Breaking News:

Berita Kuansing

Pria di Kuansing Owa Ungko ke BBKSDA Riau, Temukan Saat Nyadap Karet di Kebun

Pria asal Kuansing menyerahkan seekor Owa Ungko ke pihak BBKSDA Riau setelah menemukan satwa langka itu saat menyadap karet di kebun

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Satwa yang dilindungi jenis Owa Ungko diserahkan warga Kuansing ke BBKSDA Riau. Hewan liar itu ditemukan saat menyadap karet. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pria asal Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuansing bernama Desri Aria, menyerahkan seekor satwa yang dilindungi jenis Owa Ungko ke pihak Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA Riau).

Satwa dilindungi itu, dijemput langsung oleh tim rescue BBKSDA Riau.

Desri Aria, menyerahkan satwa itu secara sukarela kepada petugas.

Berdasarkan pengakuan Desri, satwa Owa Ungko ini didapat ketika dia sedang menyadap karet di kebunnya, beberapa waktu lalu.

Tiba-tiba, terdengar suara benda yang jatuh dari pepohonan karet. Karena penasaran, Desri pun mencari sumber suara tersebut.

"Dua bayi satwa Owa Ungko, jantan dan betina ditemukan dalam kondisi lemah. Satwa tersebut dibawanya ke rumah untuk dirawat,” kata Plh Kepala BBKSDA Riau, Hartono, Senin (27/12/2021).

“Setelah tiga minggu merawat satwa tersebut, salah satu Owa jantan mati. Hingga akhirnya sampai saat ini hanya Owa betina yang bersamanya menghuni pohon di belakang rumahnya,"imbuhnya.

Lanjut Hartono, belum lama ini, Desri baru mengetahui bahwa satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

Sehingga ia berinisiatif untuk menyerahkan ke pihak BBKSDA Riau.

"Satwa dalam keadaan sehat dan tidak ada ditemukan cacat atau pun luka di bagian tubuhnya. Jenis satwa betina dengan kondisi sehat, lincah dan agresif. Umur satwa diperkirakan sekitar 14 tahun," ucap dia.

Sesampainya di rumah Desri, tim BBKSDA Riau kemudian memindahkan satwa dari batang pohon ke kandang evakuasi untuk dibawa ke kandang transit satwa BBKSDA Riau di Pekanbaru.

Owa Ungko itu akan diobservasi sebelum dilakukan tindakan selanjutnya.

"Tim menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara satwa yang dilindungi dan agar selalu berkomunikasi dengan BBKSDA Riau jika menemukan satwa dilindungi di nomor 081374742981," pungkas Hartono.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved