Kupingnya Dijewer Gubernur Sumut, Coki Menyesal Jadi Tim Sukses Edy Rahmayadi
Coki tampaknya menyesal telah menjadi tim sukses dan memilih Edy Rahmayadi sebagai Gubernur pada Pilgub 2018 lalu.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Khairuddin Aritonang alias Coki, pelatih biliar yang kupingnya dijewer oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi ternyata tim sukses Edy Rahmayadi saat Pilgub Sumut 2018 lalu.
Coki tampaknya menyesal telah menjadi tim sukses dan memilih Edy Rahmayadi sebagai Gubernur.
Coki yang masih dongkol dengan sikap tak pantas Edy Rahmayadi pun mengungkit jasanya dalam memenangkan Edy Rahmayadi menjadi Gubernur Sumut.
"Mohon maaf, saya salah satu pendukung dan memilih beliau. Lima hari lima malam saya tidak pulang hanya untuk kampanye beliau. Harapannya bisa ada perubahan di Sumut ini," katanya.
Namun, lanjut Coki, apa yang dilakukan Edy Rahmayadi terhadap dirinya sebagai wujud bahwa slogan bermartabat itu cuma di mulut saja.
Pasalnya, Edy sendiri menjatuhkan martabat orang lain di depan publik.
"Kalau dibilang jeweran sayang, kita kan tahu. Paling sikit aja, pelan. Ini pun terasa sampai sekarang," kata Coki.
Coki pun tak mempermasalahkan dirinya dipecat sebagai pelatih biliar Sumut.
"Ya, enggak apa-apa juga, saya akan meminta Indonesia ini untuk tidak memilih dia jadi gubernur lagi. Karena enggak pantas lagi dia jadi gubernur," kata Coki.
Coki alias Khairuddin Aritonang mengaku masih bingung dengan sikap Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang tiba-tiba menjewer dan memaki-makinya di depan umum saat acara pemberian tali asih atlet PON di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (29/12/2021) kemarin.
Coki dimaki dengan kata sontoloyo hanya karena tidak tepuk tangan, saat Edy Rahmayadi menyampaikan kata sambutan.
Ia mengaku tidak tepuk tangan lantaran pidato Edy Rahmayadi saat itu hanya biasa-biasa saja.
"Apa bahasa dia yang spektakluler untuk pembangunan olahraga di Sumatera Utara ini, sehingga saya harus tepuk tangan?," tanya Coki.
Dia mengatakan, tidak ada hubungannya antara tepuk tangan dengan urusan pembangunan olahraga di Sumatera Utara.
"Beliau panggil saya kedepan, saya bingung, kenapa saya dipanggil. Tapi sebagai laki-laki, saya datang. Begitu di atas podium, ditanyai kenapa tidak tepuk tangan," kata Coki.
Tak lama kemudian, Edy Rahmayadi menjewer telinga Coki.
"Itu membuat saya tersinggung, dan saya meninggalkan dia," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Dijewer dan Dipermalukan Edy Rahmayadi, Coki: Gubernur Jahanam Kau.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/edy-rahmayadi-jewer-dan-usi.jpg)