Breaking News:

Berita Riau

Jadi Biang Kerusakan Jalan di Riau, Dari 1.683 Truk ODOL Hanya 766 Unit yang Berhasil Ditindak

Sepanjang tahun 2021, Dinas Perhubungan Riau hanya mampu menindak sebanyak 766 truk ODOL dari total 1.683 unit yang jadi biang kerusakan jalan di Riau

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
IST
Dishub Provinsi Riau, POM TNI AD, Ditlantas Polda Riau dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Riau, BPTD Wilayah IV untuk melaksanakan operasi Over Dimension dan Over Load (ODOL) di wilayah Kabupaten Rohil, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan truk ‎Over Dimension Over Load (ODOL) banyak dikeluhkan masyarakat di Riau.

Bahkan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar juga gerah melihat maraknya truk ODOL yang berkeliaran di Riau.

Pasalnya truk-truk ODOL tersebut menjadi biang kerusakan jalan di Riau.

Sehingga membuat jalan-jalan yang ada di Riau tidak bisa bertahan lama.

Meski Gubri sudah meminta Dinas terkait untuk menindak tegas, namun sejauh ini hasilnya belum menggembirakan.

Pasalnya sepanjang tahun 2021, Dinas Perhubungan Riau hanya mampu menindak sebanyak 766 unit truk ODOL dari total 1.683 unit kendaraan yang ditindak.

Kepala Dinas Perhubungan Riau, Andi Yanto, Rabu (5/1/2021) mengatakan, kegiatan razia kendaraan tersebut dilaksanakan di delapan kabupaten/kota di Riau yang disinyalir banyak dilintasi kendaraan besar dan juga ODOL.

"Hasilnya ada 1.683 kendaraan yang terjaring razia. Kebanyakan diantara kendaraan tersebut adalah yang tergolong pada kendaraan ODOL. Yakni 766 unit," kata Andi.

Dijelaskan Andi, adapun beberapa daerah yang dilaksanakan razia yakni di Kabupaten Indragiri Hulu dengan total kendaraan yang ditilang sebanyak 191 unit.

Kemudian Kabupaten Kampar 145 unit, Kota Dumai 318 unit.

"Selanjutnya juga dilaksanakan kegiatan penertiban di Kabupaten Kuantan Singingi dan berhasil menindak 189 unit kendaraan, Rokan Hilir 415 kendaraan, Rokan Hulu 224 kendaraan, Siak 178 kendaraan dan Indragiri Hilir 24 unit kendaraan," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Andi, selain kendaraan yang tergolong ODOL, ada juga beberapa kendaraan yang ditindak karena tidak melengkapi surat izin uji berkala dan tanda lulus uji berkala.

"Kemudian ada juga yang tidak memiliki izin trayek, serta tidak memiliki persyaratan laik jalan," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved