Breaking News:

Berita Dumai

Kejari Dumai Awali 2022 dengan Tuntut Terdakwa Kasus Narkoba Penjara Seumur Hidup

Di awal 2022 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai telah menuntut terdakwa kasus narkoba dengan tuntutan penjara seumur hidup

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/DONNY KUSUMA PUTRA
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Dumai, Iwan Roy Carles menjelaskan tentang tuntutan terhadap terdakwa narkoba dengan penjara seumur hidup. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Di awal 2022 ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai telah menuntut terdakwa kasus narkoba dengan tuntutan penjara seumur hidup.

Sidang tuntutan digelar pada Rabu (5/1/2022) di Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai, Riau.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Dumai, Iwan Roy Carles mengungkapkan, bahwa di awal tahun 2022 ini, pihaknya telah menuntut terdakwa kasus narkoba dengan penjara seumur hidup.

Terdakwa yang dituntut penjara seumur hidup di awal tahun ini, adalah Ribut Paidi yang merupakan perantara peredaran narkotika jenis sabu seberat 17 Kg.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa terdakwa Paidi menjadi perantara peredaran narkoba dengan jumlah cukup besar.

"Jadi karena kejahatan terdakwa dapat merusak moral bangsa, apalagi generasi muda kita, sehingga saya rasa pantas dituntut penjara seumur hidup," jelasnya, Kamis (6/1/2022).

Iwan mengatakan, penjara seumur hidup itu selain dapat memberi efek cegah dan rasa takut bagi orang lain untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama, juga dapat memberikan rasa aman dan terlindung bagi setiap orang.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, hal yang memberatkan terdakwa dituntut penjara seumur hidup juga karena penggunaan narkoba, mempunyai dampak negatif yang sangat luas di tengah masyarakat.

"Tuntutan seumur hidup pejara ini sekaligus menjadi peringatan bagi yang lainnya yang ingin mencoba-coba menjadi perantara atau pengedar narkoba,” ujarnya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dirinya berharap kepada masyarakat, untuk tidak mendekati atau menjadi kurir bahkan pengedar narkoba, apapun itu alasanya, karena pihaknya tidak akan memberi ampun kepada namanya pelaku narkoba.

Iwan menerangkan, untuk agenda sidang selanjutnya yang akan dilaksanakan pekan depan, yakni sidang pledoi atau nota pembelaan oleh penasihat hukum terdakwa.

"Kita tak akan beri ampun yang namanya narkoba, kita akan mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, cara kita dengan menuntut para pelaku kejahatan narkoba dengan tuntutan yang berat, seperti terdakwa Paidi," pungkasnya.

Sidang digelar secara virtual dipimpin ketua majelis hakim Abdul Wahab dengan hakim anggota Relson Mulyadi Nababan dan Hamdan Saripudin.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved