Breaking News:

Berita Riau

Terdakwa Penggelapan Pajak Hampir Rp14 Miliar di Riau Jalani Sidang Perdana, Jabatannya Mentereng

Terdakwa kasus penggelapan pajak hampir Rp14 miliar lebih jalani sidang perdana, jabatannya mentereng

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi. Terdakwa penggelapan pajak hampir Rp14 miliar di Riau jalani sidang perdana di PN Pekanbaru, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terdakwa kasus penggelapan pajak hampir Rp14 miliar lebih jalani sidang perdana, jabatannya mentereng.

Terdakwa kasus itu adalah Direktur PT Serusenia Plasma Taruna (SSPT), Ahmad Lukman.

Sidang perdana diGELAR DI Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (5/1/2022).

Ahmad Lukman duduk sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penggelapan pajak hampir senilai Rp14 miliar lebih.

Sidang digelar secara virtual. Majelis hakim yang menyidangkan kasus ini, diketuai hakim Dahlan.

Majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berada di ruang sidang. Sementara terdakwa mengikuti jalannya persidangan dari Rutan Kelas I Pekanbaru, tempat dia ditahan.

Dalam dakwaannya, JPU Dewi Shinta Dame bersama Lusi Yetri Man Mora, menyebutkan bahwa perbuatan Ahmad dilakukan antara bulan Juli 2014 sampai dengan bulan Maret 2015.

Di mana, PT SSPT dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.850.981.0-221.000 terdaftar sebagai Wajib Pajak di KPP Pratama Bangkinang Pekanbaru sejak tanggal sejak 23 Juli 2012.

Kemudian dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak (PKP) pada tanggal 24 Juli 2012 dan sampai dengan saat ini.

Status Wajib Pajak adalah Aktif, dengan lokasi usaha Wajib Pajak, di Jalan Lintas Pasir Sosa-KM 33, Tali Kumain, Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, dan lokasi kantor, Jalan Tambak Nomor 33 A, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved