Breaking News:

Kadisdik Riau Tegaskan, Hanya Siswa yang Sudah Divaksin yang Diizinkan Ikuti ‎PTM 100 Persen

Siswa sudah divaksin boleh mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 100 persen di sekolah, yang belum vaksin mengikuti proses belajar daring.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
Foto/riau.go.id
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Kamsol 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala ‎Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Kamsol menegaskan, siswa yang boleh mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 100 persen di sekolah adalah siswa yang sudah divaksin.

Sedangkan untuk siswa yang belum divaksin untuk tetap mengikuti proses belajar mengajar secara daring atau online.

Kamsol menegaskan, kebijakan tersebut diambil sesuai dengan surat keputusan bersama 4 Menteri.

“Sesuai dengan keputusan SKB 4 Menteri, sekolah tatap muka 100 persen ini dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia. Tapi ada poin-poin yang dijalankan, salah satunya siswa yang belum divaksin tidak boleh masuk sekolah. Belajarnya melalui online," kata Kamsol, Jumat (7/1/2022).

Selain itu, sekolah yang masuk 100 persen harus dibagi dua sift pagi dan sore dengan jumlah jam belajar yang dibatasisesuai dengan jumlah capaian vaksinasi dimasing-masing daerah.

"Untuk sekolah yang belum mencapai 80 persen vaksinasi siswanya itu masuk sekolahnya 4 jam sif pertama dan 4 jam sif kedua. Kalau sudah diatas 80 persen baru proses belajar mengajarnya 6 jam persift,” ujarnya.

Selama sepakan depan pihaknya akan kembali melakukan pemantuan hasil dari evaluasi sekolah tatap muka 100 persen. Sebab meski sekolah tatap muka sudah diizinkan 100 persen, namun tetap dilakukan pembatasan sebab saat ini Pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Ada beberapa sekolah yang meminta sekolah tatap muka tanpa dibatasi jamnya atau normal, itu tidak bisa karena harus menjalani sesuai dengan SKB 4 Menteri.

Walaupun siswanya sudah 100 persen vaksin dan berada di zona hijau, tetap ada pembatasa, karena sekarang masih dalam masa pandemi COVID-19," katanya.

Kamsol mencontohkan, ‎misalnya dalam satu kelas jumlah siswanya 36 orang, tetap dibagi dua sif pagi dan sore.

"Tidak ada yang boleh belajar mengajar 100 persen dengan jumlah siswa 100 persen. Tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Kita lihat seminggu ke depan hasil proses belajar setelah liburan, kan baru seminggu lebih masuk sekolah,” katanya. (Tribunpekanabru.com/Syaiful Misgio)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved