Breaking News:

Berita Riau

Alim Ulama dan Tokoh NU di Riau Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Kekosongan Jabatan Ketua 

Alim ulama dan tokoh NU di Riau menyampaikan pernyataan sikap terkait kekosongan jabatan ketua.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Alex Sander
Alim ulama dan tokoh NU di Riau menyampaikan pernyataan sikap terkait kekosongan jabatan ketua. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Alim ulama dan tokoh NU di Riau menyampaikan pernyataan sikap terkait kekosongan jabatan ketua.

Pernyataan sikap soal kekosongan jabatan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau saat ini, tokoh alim ulama dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) se Riau, disampaikan pada Jumat (7/1/2022).

Abdurrahman Qoharuddin sebagai salah seorang tokoh NU Riau memimpin langsung aksi tersebut. Dikatakannya, terdapat 5 butir pernyataan yang disampaikan, di antaranya, telah terjadi kekosongan pengurus PW NU Riau sejak berakhirnya SK Karateker ke-3 pada tanggal 5 Agustus 2021.

"Karena itu kami memohon kepada PBNU untuk segera tim karateker PW NU Riau. Selanjutnya, seluruh kegiatan PWNU Riau termasuk tim karateker agar terpusat di sekretariat PWNU yang beralamat di Jalan Ahmad Dahlan Nomor 98 A, Sukajadi, Pekanbaru," kata Abdurrahman dalam kesempatan itu. 

Poin selanjutnya adalah, seluruh PCNU se Riau agar segera berkoordinasi dan melaporkan keadaan PCNU-nya masing-masing ke sekretariat PWNU di Jalan Ahmad Dahlan dan poin berikutnya adalah memohon seluruh warga nahdiyin agar tetap sabar dan tawakkal semoga kepengurusan PWNU dan PCNU se Riau segera terbentuk.

Sebelum penyampaian pernyataan sikap, terlebih dahulu diadakan pertemuan di sekretariat yang diikkuti sesepuh NU, pimpinan pondok pesantren,PC NU se Riau, Penanggung Jawab acara, KH KholidJunaidi dan pihak terkait lainnya yang secara khusus mengikuti pertemuan itu.

KH Kholid Junaidi megatakan bahwa pertemuan tokoh alim ulama dan pimpinan pondok pesantren se Riau itu didasari keprihatin yang mendalam atas kepengurusan PWNU selama ini.

"Kita akui, sejumlah PC NU juga vakum. Jadi kami mempunyai inisiatif untuk mengumpulkan dengan Ketum PBNU yang baru, kita sama berjuang untuk membesarkan NU di Riau," ujarnya.

Ketua PC Dumai, Ansori mengatakan, selain mengemban amanat, keberadaan NU juga merupakan wadah untuk saling memberikan dukungan.

"Keprihatinan itu sudah dirasakan lebih dari dua tahun yang lalu. Bukan hanya vakum tetapi diperparah dengan pola kepemimpinan tidak sesuai dengan AD ART, padahal NU memiliki AD ART dan peraturan organisasi," imbuhnya.

Salah seorang Sesepuh NU, KH Abdul Wahid mengharapkan agar Yahya Cholil Staquf yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung dapat membenahi kepengurusan PWNU di Riau. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved