Breaking News:

Berita Riau

Amphuri Minta Pemerintah Tinjau Ulang Soal Karantina, Ungkap Alasannya

DPP Amphuri menyambut baik tentang diizinkannya pelaksanaan umrah untuk warga negara Indonesia mulai tanggal 8 Januari ini.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
(AFP/HANDOUT/SPA)
DPP Amphuri menyambut baik tentang diizinkannya pelaksanaan umrah untuk warga negara Indonesia mulai tanggal 8 Januari ini. FOTO: Umat Muslim melakukan lempar jumrah dengan penerapan protokol kesehatan di Jembatan Jamarat, dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait adanya surat edaran Kementerian Agama RI yang ditandatangani oleh dirjen penyelenggaraan haji dan umrah tentang diizinkannya pelaksanaan umrah untuk warga negara Indonesia mulai tanggal 8 Januari ini, pihak DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik hal tersebut.

Wakil Ketua Bidang Haji Luar Negeri DPP Amphuri, Ibnu Mas'ud mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dengan suka cita hal tersebut.

"Keputusan ini sangat ditunggu tunggu masyarakat Indonesia yang sudah sekian lama menahan kerinduan untuk bisa berangkat ketanah suci," kata Ibnu Mas'ud kepada Tribun, Jumat (7/1/2022).

Ia juga mengatakan, hal itu juga sebuah rangkaian kegiatan yang sebelumnya sudah berjalan. Dimana akhir bulan Desember 2021 lalu kemenag RI mengizinkan Tim advance yang terdiri atas beberapa pengurus asosiasi untuk berangkat terlebih dahulu ke tanah suci untuk melihat serta mengalami langsung proses penerapan protap umrah dimasa pandemic oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia.

"Alhamdulillah mulai kemarin tim advance ini sudah kembali ke tanah air dalam kondsisi sehat dan tidak ada yang terpapar wabah Covid-19," ujarnya.

"Insya Allah kami akan mulai memberangkatkan jamaah umrah tanggal 28 januari ini, dan semoga akan lebih nyaman serta lancar melaksanakan ibadah umrah di tanah suci," tuturnya.

Ditanya tentang aturan One Gate serta karantinan saat tiba di Saudi Arabia dan tanah air, Ibnu berharap kedepannya dengan semakin melandainya jumlah yang terpapar Covid-19 di tanah air.

"Tapi kita berharap, kebijaksanaan tentang karantina bisa ditinjau kembali, khususnya sistim keberangkatan dan kepulangan satu pintu jamaah umrah yang mengharuskan dari bandara Soekarno Hatta Banten dan karantina saat kepulangan yang saat ini Masih 10 hari. Dimana dua hal ini sangat memberatkan bagi jamaah umrah asal daerah. Semoga kedepan ada perubahan dan bisa kembali normal seperti sebelum wabah Covid-19 melanda," paparnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved