Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Pasar Induk dan Cik Puan Makin Tak Jelas Realisasinya, DPRD Pekanbaru: Wali Kota Harus Menuntaskan

Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta dan Pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, kini makin tak jelas realisasi pembangunannya.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Proyek pembangunan pasar induk di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru hingga kini masih terbengkalai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta dan Pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, kini makin tak jelas realisasi pembangunannya.

Padahal, dua pasar ini sama-sama penting untuk masyarakat Kota Pekanbaru. Seperti diketahui, Pasar Induk yang dibangun pihak ketiga PT Agung Rafa Bonai (ARB) sejak 2016 lalu, tak kunjung rampung pembangunannya.

Setidaknya sudah dua kali masa perpanjangan waktu pembangunan. Terakhir diketahui, perusahaan tak punya modal lagi untuk meneruskan pembangunannya, yang kini masih progres di bawah 50 persen.

Sementara itu, Pasar Cik Puan yang sebagian lahannya sudah dihibahkan Pemprov Riau ke Pemko Pekanbaru, ternyata masih selesai administrasinya.

Kondisi ini tentunya sangat disayangkan. Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi pasar, menilai ada yang aneh dalam penyelesaian dua pasar ini. Padahal, jika Pemko Pekanbaru memang serius, tidak menunggu lama realisasi pembangunannya seratus persen.

"Jelang masa Walikota Pekanbaru Firdaus MT purna, ini harus dituntaskan. Sehingga ada yang dikenang masyarakat, setelah nanti habis masa periodesasi Pak Walikota," tegas Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH, Minggu (9/1/2022) kepada Tribunpekanbaru.com.

Masa periodesasi Walikota Pekanbaru Firdaus MT akan habis pada Mei 2022 mendatang. Berbagai persoalan kini masih belum bisa diselesaikan OPD-nya dengan baik. Termasuk Pasar Induk dan Pasar Cik Puan.

Keduanya sudah terlalu lama mangkrak, yang notabenenya tidak terlalu parah persoalannya, jika Pemko Pekanbaru serius menanganinya, maka sudah lama selesai dibangun.

Di satu sisi, masih kata Fathullah, pasar tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pedagang.

"Di sisa waktu jelang Mei, apapun persoalannya terkait pasar ini, harus selesai. Walikota jangan bertahan dengan kebijakan yang tak populis ini lagi. Kasihan masyarakat ditinggalkan dengan banyak persoalan," pinta Politisi Senior Partai Gerindra ini.

Fathullah berharap, jangan karena kinerja OPD yang tidak cakap, nama personal Firdaus MT yang pernah menjabat selaku Walikota Pekanbaru dua periode, jadi cacat.

Karenanya, apa yang harus diselesaikan jelang masa purna, maka harus dituntaskan.

"Ini harus dibantu maksimal oleh OPD terkait. Jangan biarkan Walikota bekerja sendiri, " pintanya.

Komisi II DPRD akan siap membantu, jika memang harus turun tangan. Apalagi untuk kepentingan masyarakat banyak, seperti realisasi pasar ini. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved