Breaking News:

Berita Riau

Temuan Vaksin Kadaluarsa di Rohil, Ini Kata Kadiskes Riau

Plt Dinas Kesehatan Provinsi Riau Masrul Kasmy memberi tanggapan terkait kabar temuan 800 dosis vaksin kadaluarsa di Rohil.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Kompas.com
Plt Dinas Kesehatan Provinsi Riau Masrul Kasmy memberi tanggapan terkait kabar temuan 800 dosis vaksin kadaluarsa di Rohil. FOTO: Vaksin corona 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Plt Dinas Kesehatan Provinsi Riau Masrul Kasmy memberi tanggapan terkait kabar temuan 800 dosis vaksin kadaluarsa di Rohil.

Masrul mengaku belum mendapatkan laporan mengenai hal itu.

Sejuh ini pihaknya masih menunggu laporan tersebut melalu‎i Instalasi Farmasi.

"Biasanya laporannya masuk ke Instalasi Farmasi, tapi sampai saat ini saya belum dapat laporan," kata Masrul, Minggu (9/1/2022).

Masrul mengungkapkan, ‎seluruh laporan pengunaan vaksin dilaporkan melalui sistem secara online.

Termasuk vaksin yang tidak terpakai karena sudah kadaluarsa juga dilaporkan ke dalam sistem tersebut.

Begitu juga dengan jumlah vaksin yang sudah diterima dan dipakai, serta sisa vaksin yang belum disuntikan juga dilaporkan secara online melalui sistem yang sudah disiapkan.

"Itu semua di laporkan secara online, melalui aplikasi smile," ujarnya.

Masrul mengungkapkan, sampai akhir Desember kemarin ada belasan ribu vaksin Covid-19 di Provinsi Riau kadaluarsa atau tidak dapat digunakan lagi.

Belasan ribu vaksin yang kadaluarsa tersebut bermerk Asrazeneca dan Moderna.

Masrul mengatakan, belasan ribu vaksin yang kadaluarsa tersebut berada di enam kabupaten di Riau. Dimana batas waktu kadaluarsa vaksin tersebut pertanggal 31 Desember 2021.

"Total vaksin yang kadaluarsa sebanyak 12.514 dosis. Vaksin tersebut berada dienam kabupaten di Riau dan sudah masuk batas kadaluarsa pada 31 Desember 2021 kemarin," katanya.

Enam kabupaten yang dimaksud, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Indragiri Hulu.

Selanjutnya, belasan ribu vaksin Covid-19 kadaluarsa akan dibuatkan berita acaranya sebelum akan dilakukan pemusnahan.

"Akan dimusnahkan karena tak boleh lagi dipakai,” ujarnya.

Ke depan, kata Masrul Kasmy, pihaknya akan memberlakukan pola baru untuk penggunaan vaksin Covid-19 agar hal seperti tidak terulang kembali.

Adapun pola yang nantinya akan dipakai yakni vaksin Covid-19 yang sudah mendekati masa kadaluarsa akan lebih dulu disuntikkan kepada masyarakat.

"Jadi nanti ada instrumennya. Sebelum masa berlaku vaksin yang lama habis, itu yang didahulukan," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved