Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Varian Covid Terbaru Kembali Muncul, Kebal Vaksin dan Lebih Ganas Dari Omicron

Varian IHU diyakini lebih kebal terhadap vaksin dan lebih menular dari varian Omicron. Varian ini pertama kali ditemukan di Kamerun

Gambar oleh visuals3Dde dari Pixabay
Corona virus terus bermutasi memunculkan varian baru 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pandemi Covid seolah tak akan pernah berakhir. Virus Corona terus melakukan mutasi seiring waktu berjalan.

Baru-baru ini, WHO memantau varian Covid terbaru yang dinilai lebih tahan terhadap vaksin dan lebih cepat menular dari varian Omicron. 

Kabar tersebut bukanlah kabar baik untuk dunia. Masyarakat mesti mewaspadai varian dari Covid tersebut.

Varian baru tersebut yaitu B.1.640, B.1.640.2.

Untuk sementara ini, varian baru tersebut dinamakan IHU, diambil dari IHU Mediterranee Infection, tempat para ilmuwan mengidentifikasinya.

Ilmuwan menduga, IHU memiliki mutasi lebih tinggi dari Omicron.

Hal itu lantaran varian IHU mengandung 46 mutasi.

WHO memasukkan varian IHU dalam kategori variant under monitoring sejak November 2021.

"Tapi varian tidak beredar secara luas," kata Pemimpin Teknis WHO untuk Covid-19 Maria van Kerkhove, Kamis (6/1/2021), seperti dikutip Reuters.

WHO mengkategorikan varian virus corona: variant of concern yang mencakup Delta dan Omicron, serta variant of interest.

Varian B.1.640, B.1.640.2 itu pertama kali terdeteksi oleh peneliti Prancis pada September tahun lalu, yang diduga berasal dari Kamerun. 

Melansir Tribune India, menurut studi peer-review yang didukung oleh Pemerintah Prancis, varian baru virus corona itu diyakini telah menginfeksi 12 orang di Prancis. 

“Untuk dua belas pasien positif SARS-CoV yang tinggal di wilayah geografis yang sama di Tenggara Prancis, pengujian PCR yang menyaring mutasi terkait varian menunjukkan kombinasi atipikal,” kata Philippe Colson dari IHU Mediterranee Infection.

Namun, dia mengatakan, masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang fitur virologi, epidemiologi, atau klinis dari varian IHU  berdasarkan 12 kasus tersebut.

(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved