Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Pembelajaran Tatap Muka Penuh di SMPN 20 Pekanbaru Tidak Ada Kendala

"Alhamdulillah sampah saat ini tidak ada kendala, karena sebelumnya anak-anak sudah diberi tahu bahwa kita PTM 100 persen," terang Wakil Kepala SMPN

Penulis: Fernando | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Para murid di SMPN 20 Pekanbaru sudah mengikuti full day school atau belajar penuh yang dimulai sejak, Kamis (6/1/2022) kemarin.

Kapasitas kelas sudah terisi penuh sehingga rata-rata satu kelas berisi 40 murid. Mereka tetap wajib menjaga protokol kesehatan secara ketat.

Murid harus memakai masker sejak dari rumah dan mencuci tangan ketika berada di sekolah. Mereka juga harus teap menjaga jarak selama berada di dalam kelas.

Proses belajar penuh selama beberapa hari ini tidak ada kendala. Sosialisasi terhadap penerapan pembelajaran tatap muka penuh sudah dilakukan.

"Alhamdulillah sampah saat ini tidak ada kendala, karena sebelumnya anak-anak sudah diberi tahu bahwa kita PTM 100 persen," terang
Wakil Kepala SMPN 20 Pekanbaru Bidang Kurikulum, Hendrawati kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, saat ini tidak ada pembelajaran secara online bagi para murid SMPN 20 Pekanbaru. Mereka tidak lagi menjalani belajar selang sehari di sekolah seperti saat pembelajaran tatap muka terbatas beberapa waktu lalu.

Para murid kini bisa belajar langsung di sekolah setiap hari. Mereka bisa mengikuti empat jam mata pelajaran di sekolah.

Dirinya sudah mengimbau sejak awal kepada orangtua. Mereka mengingatkan agar anak-anak untuk tetap mengikuti protokol kesehatan sejak dari rumah hingga di sekolah.

"Kita sudah sampaikan aturan-aturan yang kita sepakati bersama bahwa anak-anak dari rumah sudah menerapkan prokes, mulai dari memakai masker hingga mencuci tangan serta menjaga jarak," jelasnya.

Pihaknya mulai menerapkan belajar penuh setelah ada kesepakatan antara dinas pendidikan dengan para kepala SMP. Mereka langsung menerapkannya usai melalukan sejumlah persiapan.

Total jumlah murid di sekolah itu mencapai 1.130 orang. Mereka terbagi dalam 28 rombongan belajar.

Mayoritas murid sudah masuk sekolah mengikuti belajar secara penuh. Ada tim satgas sekolah yang bertugas mengawasi penerapan prokes di lingkungan sekolah.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved