Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ejakulasi Hingga Terkencing-kencing Saat Berhubungan Badan, Gadis ini Diputus Pacar

Wanita terkencing-kencing saat berhubungan badan biasa dialami oleh wanita yang melahirkan normal dan juga pernah operasi panggul.

Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: Guruh Budi Wibowo
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang gadis di Taiwan diputus oleh pacarnya karena terkencing-kencing setiap kali berhubungan badan.

Wanita berusia 30 tahun yang dirahasiakan namanya itu mengaku sudah tiga kali gagal dalam dalam menjalin asmara lantaran ejakulasi hingga terkencing-kencing saat berhubungan badan.

Tak ingin gagal lagi, ia pun mendatangi rumah sakit.

Sambil menangis, ia mengungkapkan semua keanehan dalam tubuhnya setiap kali berhubungan badan dengan pasangannya.

"Saya sering buang air kecil saat berhubungan seks, ketiga mantan pacar saya sebelumnya panik dan meninggalkan saya karena itu," katanya.

Cheng Jie Cheng, profesor kebidanan dan ginekologi di Kaohsiung Medical University, Taiwan mengatakan jika wanita itu mengalami inkontinensia atau kebocoran urin.

Inkontinensia urin biasanya terjadi pada wanita yang melahirkan secara normal, telah menjalani operasi panggul, atau menopause.

Kasus bocor urin terjadi karena relaksasi otot seiring bertambahnya usia tidak dapat dihindari.

Namun kasus yang dialami oleh gadis tersebut mengejutkan Cheng.

Sebab, wanita itu belum pernah melahirkan dan juga operasi panggul, bahkan monopouse.

Terkadang dia bahkan sengaja ke toilet sebelum berhubungan seks, tetapi ia selalu mengalaminya saat berhubungan badan.

Awalnya, wanita tersebut disarankan untuk minum obat inkontinensia urin, tetapi dia menolak karena dia pikir dia tidak memiliki penyakit.

Dokter Cheng Jie Cheng menambahkan bahwa terkadang wanita mengalami inkontinensia saat mengalami ejakulasi.

Inkontinensia urin, di sisi lain, adalah urin yang dikeluarkan dari kandung kemih dalam jumlah yang jauh berbeda.

Wanita bisa mengeluarkan air seni saat berhubungan seks, terutama saat orgasme.

Stimulasi vagina dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kemih.

Ini bahkan lebih mungkin bagi mereka yang memiliki otot dasar panggul yang lemah.

Tekanan ini dapat menyebabkan inkontinensia urin.(Tribunpekanbaru.com).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved