Breaking News:

Berita Pelalawan

Karhutla Muncul di Teluk Meranti Pelalawan, Segini Luas Lahan yang Terbakar

Karhutla di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang membakar semak belukar di lahan kosong pada Selasa (11/1) untungnya dapat dipadamkan saat itu

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
IST
Api Karhutla muncul di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang membakar semak belukar di lahan kosong, Selasa (11/1/2022) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK MERANTI- Hotspot atau titik panas yang terpantau di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (11/1/2022) lalu ternyata berubah menjadi firespot atau titik api yang mengakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Api Karhutla muncul di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang membakar semak belukar di lahan kosong.

Hal itu diketahui berdasarkan laporan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan ke instansi lainnnya yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

"Api sudah dapat dipadamkan dan tidak ada lagi asap. Langsung tuntas hari itu juga," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Rudianto, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (12/1/2022).

Rudianto menjelaskan, pemadaman ditangani oleh MPA Desa Pulau Muda dan instansi lainnya di Kecamatan Teluk Meranti.

Api tidak sempat menjalar ke lahan lain dan secepatnya bisa dipadamkan.

Hanya menyisakan semak belukar yang telah gosong sisa kebakaran yang terjadi.

Tim dari kabupaten tidak perlu diturunkan ke lokasi Karhutla karena operasi pemadaman sudah berhasil menghilangkan api dan asap.

"Untuk luasannya tak sampai satu hektar. Itu semak belukar," tambah Rudianto.

Hari ini, Rabu (12/1/2022), tidak ada titik panas ataupun titik api yang terpantau di Pelalawan.

Selain itu potensi turunnya hujan di Pelalawan masih berpeluang berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Pekanbaru.

Bahkan prediksi curah hujan masih tetap tinggi hingga awal Bulan Februari mendatang.

BPBD mengimbau masyarakat agar waspada terhadap cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi.

Satu sisi kemarau masih terjadi hingga mengakibatkan Karhutla dan di sisi lain curah hujan masih terjadi dan berpotensi setiap hari. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved