Breaking News:

Gadis Belia Berhubungan Badan dengan Pria Beristri hingga Menangis, Kenapa?

Seorang Gadis Belia berhubungan badan dengan pria beristri hingga menangis saat selaput daranya dirobek, ternyata dipaksa.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Ilustrasi Gadis Belia di kasur 

Seorang Gadis Belia di Bandung berhubungan badan dengan pria beristri yang tak lain adalah abang iparnya, kok bisa? Ternyata ini sebabnya.

Awalnya Gadis Belia itu tak menyangka akan dipaksa berhubungan badan oleh pria beristri itu, karena pria itu adalah suami kakaknya.

Namun apa dikata, Gadis Belia itu ternyata dipaksa berhubungan badan oleh pria beristri itu.

Dalam kondisi normal, pastinya Gadis Belia itu akan melawan saat dipaksa berhubungan badan .

Namun, saat dipaksa berhubungan badan oleh pria beristri itu, Gadis Belia itu hanya bisa pasrah.

Ternyata, sebelum dipaksa berhubungan badan , Gadis Belia itu sudah dipaksa meminum obat penenang oleh pria beristri itu.

Bahkan, sebelum berhubungan badan , Gadis Belia itu dipaksa minum minuman keras.

Menipisnya kesadaran Gadis Belia itu akibat efek obat penenang itu, membuatnya pasrah saat dipaksa berhubungan badan .

Setelah dipaksa berhubungan badan , Gadis Belia itu takut memberitahukan kejadian itu kepada saudaranya.

Gadis Belia itu menyangka pamaksaan berhubungan badan dari pria beristri itu hanya sekali itu saja dilakukan.

Namun, sangkaan Gadis Belia itu meleset, setelah selaput daranya dirobek pria beristri itu, ternyata pria itu ketagihan dengan tubuh Gadis Belia itu.

Sejak saat itu, hampir setiap hari Gadis Belia itu dipaksa berhubungan badan oleh abang iparnya itu.

Selama berbulan-bulan pria beristri itu leluasa berhubungan badan dengan Gadis Belia itu.

Tanpa sepengetahuan istrinya, ia menyelinap ke rumah Gadis Belia itu untuk berhubungan badan .

Sudah tak tahan dengan pemaksaan berhubungan badan yang dilakukan abang iparnya itu, Gadis Belia itu buka suara.

Gadis Belia itu menceritakan pamaksaan berhubungan badan yang dialaminya.

Gadis Belia berinisial LS umur 13 tahun itu dipaksa berhubungan badan oleh pria beristri berinisialNJ umur 40 tahun warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hampir setiap hari LS tak kuasa melayani suami dari kakak perempuannya tersebut berhubungan badan .

Menjelang siang, pelaku selalu mendatangi rumah mereka, sebab kontrakan mereka yang berdekatan.

Bermodal tiga butir obat penenang, korban dipaksa untuk meminum obat tersebut.

Korban juga dicekoki minuman keras, sehingga korban tak sadar.

Saat itulah pelaku leluasa merudapaksa korban.

Korban pun akhirnya tak kuat ia menceritakan kejadian yang dialami ke saudaranya.

Perbuatan pelaku akhirnya terbongkar pada awal Januari 2022.

Ternyata perbuatan pelaku sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB, Dian Dermawan.

"Korban dirudapaksa usai diberikan obat bius dicampur miras," kata Dian, Kamis (13/1/2022) seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Setiap hari kata Dian, korban meminun tiga butir obat tersebut.

Pihak korban membawa kasus tersebut ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan KPAI Bandung Barat.

"Kemarin kami sudah bertemu korban dan mendengar langsung kejadian kekerasan fisik yang dilakukan oleh kakak iparnya.

Korban awalnya diiming-imingi akan disekolahkan karena dia sudah putus sekolah," kata Dian.

Berdasarkan keterangan korban, kata Dian, dia tidak berani mengadukan perbuatan bejat kakak iparnya itu kepada pihak keluarga karena korban merasa takut.

Dia mengatakan, untuk melancarkan aksinya, pelaku ini kerap mengancam korban, bahwa dia akan mencelakai ibu dan kakaknya, jika keinginan untuk melampiaskan nafsunya tidak terpenuhi.

"Pelaku beraksi setiap siang hari di rumahnya saat situasi sepi, walaupun sudah mempunyai istri, si istrinya diperkirakan tidak tahu kalau suaminya sering melakukan perbuatan bejat kepada LS," ujarnya.

Terduga pelaku ini, kata Dian, bisa melakukan aksi bejatnya setiap hari karena rumah kontrakan korban dan pelaku berdekatan, dan masih berada dalam satu desa.

"Sekarang korban trauma dan merasa takut karena pelaku bisa saja nekat datang dan mengancam keluarganya setelah kasus ini terbongkar," kata Dian.

Untuk saat ini, keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Namun, KPAI KBB dan DP2KBP3A mendorong dan akan mendampingi korban untuk membuat laporan.

Menurutnya, kasus tersebut jangan dibiarkan karena korban juga masih memiliki adik perempuan yang masih kecil, sehingga pihaknya khawatir perbuatan pelaku dilakukan juga kepada orang lain.

"Termasuk juga bisa menimpa adik-adik korban kalau tidak segera ditindak," ujarnya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Cimahi, Ipda Yuhadi mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait aksi rudapaksa dengan korban gadis berusia 13 tahun tersebut dan korban akan segera membuat laporan.

"Iya hari ini baru mau laporan, dan diterima dulu oleh unit Harda yang sedang piket," kata Yuhadi. sumber data: Tribunnews.com

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved