Breaking News:

Berita Siak

PKK Siak Ikut Benahi Masalah Stunting dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Ketua TP PKK Siak Rasidah Alfedri berencana merapikan dan mengaktifkan PKK hingga ke tingkat kampung (desa).

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua TP PKK Siak Rasidah Alfedri menyampaikan pokok-pokok pikiran dan visi misi PKK kepada kader PKK di aula kantor kecamatan Kerinci Kanan, Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Ketua TP PKK Siak Rasidah Alfedri berencana merapikan dan mengaktifkan PKK hingga ke tingkat kampung (desa).

Satu di antara banyak program menariknya adalah ikut secara serius membenahi stunting dan kekerasan dalam rumah tangga.

“Sebenarnya ada 10 program pokok PKK merupakan dasar bagi kita untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Selain itu, kita akan konsentrasi dalam menurunkan angka stunting serta upaya pencegahan dan merespon isu-isu kekerasan pada anak, kekerasan dalam rumah tangga serta pola hidup remaja,” kata Rasidah usai mengikuti pelantikan TP PKK tingkat kampung se kecamatan Kerinci Kanan, Jumat (14/1/2022).

Menurut Rasidah, gerakan PKK mempunyai tugas mulia dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

PKK dapat memberikan andil dan turut serta ambil bagian dalam upaya ikut meningkatkan taraf hidup dan kehidupan keluarga menuju masyarakat maju.

"Setiap orang itu tidak pernah "start" dari sepuluh, tentu mulai dari nol. Artinya tidak ada seorang pun manusia yang langsung pintar. Bisa, karena belajar, karena itu kita harus mulai," sebut Rasidah.

Istri Bupati Siak ini menjelaskan, visi dari PKK adalah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, berdaya, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju Indonesia maju 2024.

Lebih lanjut ia mengatakan, PKK merupakan mitra kerja pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.

Gerakan PKK yang dibentuk oleh Pemerintah ini menjadikan wanita sebagai motor penggeraknya sehingga PKK sangat penting keberadaannya. Istimewanya, PKK langsung menjangkau keluarga-keluarga sebagai sasaran.

"Sebagai mitra kerja pemerintah maka sudah selayaknya kita menyukseskan program kerja pemerintah daerah selain dari isu-isu tadi," ucapnya.

Ia membeberkan sejumlah persoalan yang harus dihadapi.

Antara lain masalah Covid19 yang belum selesai, penanganan stunting, masalah kekerasan dalam rumah tangga dan pola asuh anak dan remaja serta masalah maraknya pengguna narkoba di kalangan masyarakat.

“Tentunya masalah-masalah tersebut bisa di atasi dengan baik karena adanya kerjasama tim dan dari berbagai unsur masyarakat,” kata dia.

Rasidah menuturkan, sesuai hasil rapat kerja nasional PKK ke-9 tahun 2021 lalu, bahwa jika istri kepala daerah, istri camat dan istri penghulu kampung tidak sanggup untuk menjadi ketua TP PKK karena alasan-alasan tertentu maka boleh digantikan oleh wakilnya.

"Artinya Pak Penghulu bisa menunjuk siapa yang mau dan mampu menjadi Ketua PKK Kampung, alasannya agar PKK yang ada di Kampung dan Kelurahan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Ia minta ketua PKK yang baru dilantik agar secepatnya menyusun rencana kerja, melaksanakan kegiatan, menggerakan kader-kader PKK dan mengaktifkan dasa wisma agar dapat mewujudkan visi dan misi PKK serta mitra kerja dari pemerintah. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved