Breaking News:

Tak Hanya di Myanmar, Nasib Umat Muslim di Sri Lanka Juga Nelangsa

Umat Islam dan Kristen di Srilanka mengalami diskriminasi oleh pihak mayoritas. Bahkan umat muslim di sana selalu jadi kambing hitam atas semua teror

Penulis: Muhammad Ridho | Editor: Guruh Budi Wibowo
Gambar oleh zibik dari Pixabay
Ilustrasi - Nasib muslim minoritas 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menjadi agama minoritas, bukan hal yang mudah bagi umat Islam untuk menjalani hidup nyaman dan tentran. 

Mereka kerap kelai mengalami diskriminasi hingga penganiayaan dari pihak mayoritas.

Umat muslim juga selalu menjadi kambing hitam setiap terjadinya teror yang mengarah ke suati komunitas agama lain.

Tak hanya terjadi pada etnis Rohingya di Myanmar, minoritas Islam di Sri Lanka juga mengalami nasib yang nyaris serupa.

Hejaaz Hizbullah, seorang pengacara hak-hak sipil terkemuka Sri Lanka, telah dipenjara selama sekitar 20 bulan, di bawah tuduhan anti-terorisme.

Jaksa menuduhnya melakukan ujaran kebencian dan menyebabkan ketidakharmonisan komunal.

Mereka menuduh bahwa Hizbullah memberikan pidato kepada anak laki-laki Muslim yang menghasut mereka untuk menentang komunitas Kristen.

Adu domba antar agama pun digulirkan untuk menyudutkan umat Islam di Sri Lanka.

Dilansir dari BBC, Hizbullah, yang berasal dari komunitas Muslim minoritas, menghabiskan lebih dari satu tahun di penjara sebelum dakwaan dijatuhkan pada April 2021, dan dia tetap berada di penjara sejak itu.

Pengadilannya akan dimulai akhir bulan ini. Istrinya dengan tegas menolak tuduhan itu.

"Dia blak-blakan, sangat aktif dalam membela hak-hak Muslim dan hak-hak minoritas secara umum. Baik itu agama minoritas maupun etnis minoritas," katanya kepada BBC.

Tuduhan terhadap suaminya adalah "pesan kepada siapa saja yang ingin berbicara tentang melawan rasisme, melawan diskriminasi", katanya.

Hizbullah pertama kali ditangkap sehubungan dengan pemboman bunuh diri Minggu Paskah 2019 yang menghancurkan, yang dilakukan oleh kelompok Islam lokal.

Lebih dari 260 orang tewas ketika hotel dan gereja kelas atas menjadi sasaran.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved