Breaking News:

Tergiur  HP Harga Murah untuk Anak Belajar Daring, Ibu di Asahan Beli Ponsel Curian

Beli ponsel murah demi anak bisa ikut belajar online, ibu di Tanjungbalai Asahan Sumatera berujung laporan polisi.

Editor: Sesri
foto/net
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Beli ponsel murah demi anak bisa ikut belajar online, ibu di Tanjungbalai Asahan Sumatera berujung laporan polisi.

Ponsel murah yang dibelinya itu ternyata merupakan ponsel curian.

Kasus seorang ibu yang dituduh menjadi penadah karena membeli ponsel curian ini akhirnya dihentikan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungbalai Asahan, Dedy Saragih mengungkapkan, kasus ini dihentikan usai pelapor memaafkan Nova.

Kesepakatan damai itu terjadi setelah kedua belah pihak dipertemukan oleh kejaksaan dengan menerapkan restorative justice atau keadilan restoratif di Aula Kejari Tanjungbalai Asahan, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Kamis (13/1/2022).

"Kegiatan ini terlaksana pada Kamis kemarin," kata Dedy melalui sambungan telepon, Jumat (14/1/2022).

Dedy mengatakan, kasus ini bermula pada 5 November 2021 lalu, saat Nova didatangi Safriza yang menawarkan ponsel seharga Rp 800 ribu.

Baca juga: Jangan Ayah! Bisik Ibu Muda ini Saat Berhubungan Badan Dengan Mertua Usai Kematian Suami

Baca juga: Tak Bayar Utang hingga Jatuh Tempo, Ibu Rumah Tangga di Tangerang Disekap Rentenir Berjam-jam

Nova yang saat itu telah lama menabung untuk membelikan ponsel anaknya, menerima tawaran itu.

Ponsel itu dibeli tanpa kotak dan surat pembelian.

"Dia sudah lama menabung, tetapi uangnya belum cukup untuk beli ponsel baru. Kebutuhannya untuk anaknya belajar sekolah daring," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved