Breaking News:

Berita Rohul

Penerimaan Siswa Baru di Rohul Nanti Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Vaksinasi anak jadi syarat mutlak sekolah tatap muka di Rohul, sehingga penerimaan siswa baru nantinya harus menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Istimewa
Kadisdik Rohul Ibnu Ulya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Kadisdik Rohul mengatakan vaksinasi anak menjadi syarat mutlak sekolah tatap muka, sehingga penerimaan siswa baru nantinya harus menunjukkan sertifikat vaksin.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu saat ini sedang menggalakkan vaksinasi bagi anak-anak usia 6-12 Tahun serta pelaksanaan Vaksin Dosis ketiga atau yang disebut dengan Booster.

Hal ini menyesuaikan, dimana di Provinsi Riau hanya empat Kabupaten yang baru bisa melakukan vaksin Booster.

Pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 12 tahun selain untuk menjaga kesehatan dan membentuk kekebalan tubuh bagi anak supaya terhindar dari ancaman Covid-19, terutama dalam antisipasi varian baru Omicron.

Berdasarkan informasi yang beredar, dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru juga akan diberlakukan ketentuan sertifikat vaksin di sekolah bagi para calon peserta didik.

Hal ini juga menjadi dasar, karena akan menjadi salah satu syarat anak-anak yang akan bersekolah usia enam tahun keatas.

Dibenarkan oleh Kadisdikpora Rohul Drs Ibnu Ulya M.Si, di Kabupaten Rokan Hulu akan diberlakukan penerimaan siswa baru harus bisa menunjukkan Sertifikat Vaksin.

"Sebab hal ini merupakan program pemerintah pusat yang juga sampai ke daerah. Namun dalam pelaksanaan vaksinasi ini tetap dari Dinas Pendidikan akan meminta persetujuan dan izin dari orang tua murid dengan memberikan surat edaran," kata Kadisdik Rohul Ibnu Ulya pada Senin (17/1).

"Kita awalnya memang tidak memaksakan hal itu, namun nanti walau bagaimanapun anak anak ini nanti akan menyambung sekolah pasti juga akan dimintakan juga Sertifikat Vaksinnya," tambahnya.

Menurut dia, program pemerintah pusat termasuk sampai ke daerah tetap akan dikaitkan dengan vaksin dan hanya dikecualikan bagi anak-anak yang sakit ataupun memiliki penyakit pemicu (comorbid) serta tidak ada izin orang tua tatap juga tidak akan dipaksakan.

Ibnu Ulya juga menyebutkan, bahwa telah mengeluarkan surat edaran ke sekolah sekolah agar dapat memberikan surat persetujuan kepada orang tua murid untuk pelaksanaan vaksinasi, yang akan dilaksanakan di lokus yang telah disediakan.

Dirinya juga menyebutkan bahwa bagi setiap anak yang tidak divaksin akan tetap mengikuti pembelajaran namun kemungkinan akan dilakukan dengan cara daring.

"Sebab, dengan adanya vaksinasi bagi anak-anak ini juga merupakan dasar bagi pemerintah untuk membuka secara langsung pembelajaran tatap muka," kata dia lagi.

Saat ini, dibutuhkan izin dari orangtua sembari memastikan ketersediaan vaksin yang akan didistribusikan dalam mendukung rencana tersebut.

Ibnu Ulya berharap, semoga ikhtiar yang dilakukan ini bisa melindungi dan memberikan kesehatan kepada anak anak semua dan juga memudahkan dalam pelaksanaan belajar mengajar supaya 100 persen pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved