Breaking News:

Berita Inhu

Gajah Liar Obrak-abrik Kebun Siap Panen di Inhu, BBKSDA Riau Minta Hal Ini ke Warga

Gajah liar dikabarkan obrak-abrik lahan pertanian dan kebun siap panen milik warga di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Inhu

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Ilustrasi. Gajah liar obrak-abrik kebun siap panen di Inhu, BBKSDA Riau minta warga jangan anarkis saat usir gajah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gajah liar dikabarkan obrak-abrik lahan pertanian dan kebun siap panen milik warga di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.

Gajah memasuki sejumlah desa. Diantaranya Desa Alim, Desa Lahai, Desa Sipang, dan Desa Kampung Baru.

Gajah berada di sekitaran daerah itu sudah sejak Minggu (14/1/2022) lalu.

Terkait hal ini, Tim Resort Kerumutan Selatan juga telah melakukan upaya mitigasi konflik.

Dalam hal ini, Tim Resort Kerumutan turut bekerjasama dengan sejumlah pihak. Antaranya Yayasan FZS Jambi dan perangkat desa setempat.

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan Kepala Resort Lahai Balai TNBT dan Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku.

Tim sudah mengunjungi rumah warga yang lahan pertaniannya dirusak oleh satwa Gajah Sumatera liar tersebut.

"Tim bersama masyarakat turun ke lokasi lahan dan kebun yang dirusak oleh satwa gajah liar. Jejak dan kotoran ditemukan tim di lokasi. Diperkirakan gajah berjumlah dua ekor," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, Selasa (18/1/2022).

Lanjut dia, tak lupa tim memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang dijumpai, bahwa gajah merupakan satu di antara satwa liar yang dilindungi dan sudah hampir punah.

"Sehingga kami mengimbau agar warga tidak anarkis terhadap satwa tersebut," ucapnya.

Diterangkan Hansen, banyaknya pemukiman warga dan lahan perkebunan kelapa sawit serta tanaman padi yang sebagian siap dipanen oleh pemiliknya, membuat tim sulit bergerak melakukan penggiringan.

Dari hasil pemantauan pergerakan gajah liar yang berjumlah dua ekor tersebut, satwa berbadan bongsor itu sudah menjelajah beberapa desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu, termasuk Kabupaten Pelalawan.

"Terakhir dua ekor satwa tersebut berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Batang Cenaku. Dimana sebelumnya satwa sudah mendekati perbatasan kawasan Provinsi Riau dan Jambi di Desa Alim, namun diperkirakan kembali mengarah ke Kecamatan Batang Peranap," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved