Breaking News:

Berita Dumai

Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal, Satu Orang Setor Rp5 Juta

Satreskrim Polres Dumai, berhasil menggagalkan penyeludupan PMI secara ilegal.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Satuan Reserse dan Krimimal (Satreskrim) Polres Dumai, berhasil menggagalkan penyeludupan orang atau human traftrafficking yang akan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara Ilegal. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Satuan Reserse dan Krimimal (Satreskrim) Polres Dumai, berhasil menggagalkan penyeludupan orang atau human traftrafficking yang akan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara Ilegal.

‎Dalam pengungkapan kasus human traftrafficking, ‎tiga orang sindikat berhasil di amankan oleh Polres Dumai.

Ketiga tersangka diamankan terpisah di Kota Dumai dan Kota Pekanbaru, setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan yang berawal dari informasi masyarakat.

Dalam pers Rilis nya di Mapolres Dumai, pada Selasa (18/1/2022), Kapolres Dumai, AKBP Muhammad Kholid didampingi Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi mengungkapkan, bahwa Reskrim polres Dumai, berhasil menggagalkan penyelundupan PMI ilegal yang hendak dipekerjakaan ke Malaysia.

"Dari kasus ini, kita menetapkan tiga tersangka yakni Zu (47) dan SI (19) warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai serta Su (31) Kelurahan Makeruh Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis," katanya.

AKBP Kholid menerangkan, selai ketiga tersangka, polisi juga menemukan 28 calon PMI ilegal yang akan diseludupkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi tersebut.

Diterangkanya, penangkapan tersebut bermula pada Selasa (11/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB tim opsnal Satreskrim Polres Dumai memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Tengku Said Umar, Kelurahan Ratu, Sima Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai tepatnya disebuah Rumah kontrakan terdapat 28 orang PMI yang hendak diberangkatkan ke negara Malaysia secara ilegal.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, Jelasnya, petugas dilapangan melakukan penyelidikan dan penggerebekan dirumah kontrakan tersebut dan berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial Zu bersama 28 calon PMI Ilegal.

"Dari penangkapan tersebut kita melakukan pengembangan dan Rabu (12/1/2022) timnopsnal. Kembali mengamakan dua tersangka lainnya di Kota Pekanbaru berinisial Si dan Su, dari para pelaku kita berhasil mengamankan dua unit mobil, HP dan lainnya," imbuhnya

AKBP M. Kholid menerangkan 28 PMI yang ikut diamankan ini sebatas korban yang berasal dari beberapa daerah di pulau Jawa, Lampung, NTB dan Aceh.

Dari keterangan yang didapatkan, Imbuhnya, setiap PMI diminta uang sebanyak Rp5 juta untuk diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal secara ilegal tanpa kelengkapan paspor.

" 28 PMI sudah kita pulangkan ke tempatnya masing-masing, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dikenakanan UU No 18 tahun 2017 pasal 81 dan 83 kurungan 10 tahun atau denda 15 miliar, " pungkasnya

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved