Breaking News:

Seorang Warga di Padang Gugat Presiden Jokowi Karena Negara Tak Bayar Utang Sebesar Rp 80.300

Lim disebut pernah meminjamkan uang kepada Pemerintah RI pada 1950, saat Indonesia mengalami krisis keuangan.

Tribunnews
Presiden Jokowi 

TRIBUNPEKANBARU.COMSeorang warga di Padang, Sumatera Barat bernama Hardjanto Tutik, menggugat Presiden Joko Widodo karena tak kunjung membayar utang negara sebesar Rp 80.300.

Pemerintah berutang ke ayah Hardjanto Tutik bernama Lim Tjiang Poan pada 1950.

Namun hingga 2022, negara belum juga membayar utang tersebut.

Jika dikalkulasikan, utang negara ke ahli waris Lim Tjiang Poan saat ini sekitar Rp 60 miliar.

Lim Tjiang Poan, yang merupakan pengusaha rempah yang meminjamkan uang kepada Pemerintah RI pada 1950, saat Indonesia mengalami krisis keuangan.

Kuasa hukum Hardjanto, Amiziduhu Mendrofa mengatakan, proses utang piutang berawal dikeluarkannya Undang-Undang Darurat RI No 13 Tahun 1950 tentang Pinjaman Darurat, yang ditetapkan di Jakarta pada 18 Maret 1950 dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

"Dengan adanya Undang-Undang itu dan negara sedang dalam kesulitan, maka saat itu Lim Tjiang Poan meminjamkan uangnya kepada Pemerintah RI," kata Mendrofa kepada Kompas.com di Padang, Jumat (21/1/2022).

Menurut Mendrofa, dalam undang-undang terdapat bukti penerimaan uang pinjaman oleh tergugat yang ditandatangani oleh Sjafruddin Prawiranegara selaku Menteri Keuangan tahun 1950, yakni sebesar Rp 80.300, dengan bunga sebesar 3 persen per tahun.

Menurut Mendrofa, bunga pinjaman selama satu tahun sebesar Rp 2.409.

Apabila dikonversikan dengan emas murni, maka bunga pinjaman pokok sama dengan seberat 0,603 kilogram emas per satu tahun.

Menurut Mendrofa, sejak awal disepakati bahwa pengembalian utang dibayarkan dengan emas.

Dengan demikian, menurut perhitungan kuasa hukum, pinjaman Pemerintah RI sejak 1 April 1950 sampai 2021 ditambah bunga sudah sebanyak 42,813 kilogram emas murni.

"Jika diuangkan, sekarang mencapai Rp 60 miliar," kata Mendrofa.  

Alasan belum sempat diambil

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved