Breaking News:

Berita Riau

Speedboat Karam di Bengkalis Ternyata Angkut PMI Ilegal ke Malaysia, 2 Orang Jadi Tersangka

Speedboat yang karam di Perairan Bengkalis beberapa waktu lalu, ternyata diketahui mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Ist
Korban ditemukan petugas. Speedboat karam di perairan Bengkalis ternyata angkut PMI ilegal ke Malaysia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Speedboat yang karam di Perairan Bengkalis beberapa waktu lalu, ternyata diketahui mengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dengan tujuan Malaysia.

Terkait hal ini, polisi sudah menetapkan 2 orang sebagai tersangka. Keduanya sudah ditahan di Mapolres Bengkalis.

Speedboat ini berisi 21 orang yang diantaranya merupakan kru atau ABK kapal.

"Kasus kecelakaan laut ini melibatkan pelaku penyelundupan. Dimana tanggal 14 Januari 2021, terjadi kecelakaan laut kapal speedboat berisi 21 orang. Ini membawa TKI ilegal yang akan berangkat ke Malaysia," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Jumat (21/1/2022).

Disebutkan Sunarto, para pelaku memfasilitasi para pekerja ilegal dari Indonesia, lalu membawa mereka dengan tujuan ke Negeri Jiran.

"Dari 21 ABK dan penumpang, 15 orang selamat, 4 meninggal dunia, dan sampai saat ini masih dilakukan upaya pencarian (terhadap yang belum ditemukan, red). Namun tim terkendala cuaca ekstrem angin kencang dan tingginya ombak. Tim pencari tentunya juga harus memperhitungkan keselamatan," urai Kabid Humas.

Ia menegaskan, 2 orang pelaku pengangkut PMI ilegal ini, sudah diamankan. Keduanya kini berada di Polres Bengkalis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kedua pelaku berinisial ZAV, yang merupakan ABK kapal, dan ZAM, yang bertugas membantu keperluan selama para PMI ilegal berada di penampungan di Bengkalis.

"Dari keterangan tersangka ada bosnya, yang inisial dan alamatnya sudah kita ketahui, sedang dicari petugas kita," ucap Sunarto.

Ia memaparkan, untuk kedua pelaku, merupakan warga tempatan di Bengkalis.

"Kalau untuk pekerja ilegal yang akan dibawa ke Malaysia, ada yang dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan lain-lain," paparnya.

Ditanyai berapa belasan PMI ilegal itu dipungut biaya oleh pelaku, Sunarto menyatakan hal itu masih didalami oleh petugas.

"Karena kita fokus upaya pencarian korban yang belum ditemukan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal speedboat karam di Perairan Pantai Ketapang, Pulau Rupat, Selat Morong, Kabupaten Bengkalis.

Diduga, speedboat karam ini terkait dengan kondisi cuaca buruk. Speedboat terbalik dan hilang tenggelam setelah dihantam ombak cukup besar.

Speedboat berangkat dari Pangkalan Buah, dengan tujuan ke Malaysia.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved