Breaking News:

Kelompok Hindu Radikal di India Pukuli Pria Muslim Karena Pergi Bersama Wanita Hindu

Anggota Ormas Hindu Radikal itu menuduh pria itu memacari wanita Hindu untuk dinikahi dan dipaksa memeluk Islam. 

Penulis: M Iqbal | Editor: Guruh Budi Wibowo
Capture Twitter Ashraf Hussain
Pria muslim di India dianiaya kelompok Hindu radikal 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria Muslim di India dipukuli dan diseret dari gerbong kereta api keluar menuju kantor polisi karena pergi bersama wanita Hindu.

Peristiwa tersebut terjadi di kereta api tujuan Ajmer.

Pria Muslim asal Indore negara bagian Madhya Pradesh, India itu ditangkap dan dipukul oleh Ormas Hindu radikal, Bajrang Dal.

Anggota Ormas Hindu Radikal itu menuduh pria itu memacari wanita Hindu untuk dinikahi dan dipaksa memeluk Islam. 

Tidak ada pelanggaran yang didaftarkan terhadap anggota Bajrang Dal meski mereka memukuli pria tersebut.

Dilansir dari Indian Express, insiden itu terjadi pada 14 Januari.

Pria Muslim itu diidentifikasi bernama Asif Syaikh, pemilik toko elektronik kecil. 

Kelompok Hindu radikal menduga jika Asif Syaikh membawa seorang guru sekolah swasta yang beragama Hindu.

Dalam video lain yang direkam di dalam kantor polisi, wanita itu terlihat berteriak pada pria Bajrang Dal.

“Satu kesalahpahamanmu bisa merusak hidupku. Saya sudah dewasa, saya bekerja sebagai guru di sekolah, saya mengajar anak-anak,” katanya.

Salah satu pria Bajrang Dal, yang diidentifikasi sebagai Pintu Kaushal, terlihat mengatakan kepadanya bahwa dia tidak berbicara dengannya.

Inspektur Polisi GRP Nivedita Gupta mengatakan Syekh dan wanita itu adalah teman keluarga dan sudah saling kenal selama bertahun-tahun.

“Kami mencatat pernyataan mereka dan karena mereka berdua sudah dewasa dan tidak ada pelanggaran, mereka dilepaskan,” kata Gupta.

"Kami tidak mengetahui bahwa pria itu sudah dianiaya, keduanya juga tidak memberi tahu kami. Karena tidak ada pengaduan terhadap orang-orang Bajrang Dal, kami tidak mencatat pelanggaran apa pun.”

Kundan Chandrawat, anggota Bajrang Dal mengatakan ada informasi melalui sumber yang dapat dipercaya bahwa seorang wanita Hindu sedang disesatkan oleh seorang pria Muslim dan dibawa bersamanya.

“Untuk melindungi saudara perempuan Hindu kami, pekerja kami turun tangan. Saat itulah pria itu menjadi agresif. Mereka hanya membawanya ke kantor polisi terdekat. Selama proses tersebut, pria dan pekerja terlibat pertengkaran kecil, tetapi tidak ada yang dipukuli. Mereka menyerahkan keduanya dan pergi,” kata Chandrawat berkilah.(Tribunpekanbaru.com).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved