Breaking News:

Perbatasan Ukraina-Rusia Semakin Tegang, Pertemuan Digelar di Prancis, Jerman Kirim Helm ke Ukraina

Ketegangan semakin berlanjut di perbatasan Ukraina dan Rusia, seolah mempersiapkan perang besar.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
Anatolii STEPANOV / AFP
Seorang prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di desa Peski wilayah Donetsk, dekat dengan garis depan dengan separatis yang didukung Rusia pada 25 Januari 2022. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketegangan semakin berlanjut di perbatasan Ukraina dan Rusia, seolah mempersiapkan perang besar.

Delegasi Rusia dan Ukraina bertemu di Paris untuk pembicaraan kedua negara.

Pertemuan dilakukan sebagai upaya untuk menenangkan ketegangan atas pergerakan militer Rusia di perbatasan tetangganya yang terus berlanjut.

Diberitakan Aljazeera, Rabu (26/1/2022), pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh diplomat senior dari Prancis dan Jerman.

Tujuannya menyatukan empat pihak dalam perjanjian perdamaian Minsk 2015 yang berusaha untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur.

Itu terjadi ketika Amerika Serikat dan Inggris telah memperketat ancaman sanksi mereka terhadap Rusia dan memperingatkan kemungkinan tindakan yang secara langsung menargetkan Presiden Vladimir Putin jika negara itu menyerang Ukraina.

Rusia, yang telah mengumpulkan ribuan tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina, membantah sedang membuat rencana untuk menyerang tetangganya dan menyalahkan NATO karena merusak keamanan kawasan itu.

Situasi semakin tegang di wilayah perbatasan kedua negara.

Sejumlah bantuan pasokan militer dikerahkan ke Ukraina.

Jerman kirim helm ke Ukraina

Jerman memasok 5.000 helm militer ke Ukraina, kata juru bicara kementerian pertahanan.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami telah menyelesaikan penilaian sebagai tanggapan atas permintaan dari pihak Ukraina untuk berkomitmen pada pengiriman 5.000 helm militer," kata juru bicara itu dalam konferensi pers reguler pemerintah. "Saya belum bisa memberi tahu Anda apa pun tentang timeline."

Berlin telah menolak untuk menjual senjata ke Ukraina, meskipun negara-negara anggota NATO lainnya melakukannya.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved