Breaking News:

Oknum Polisi Pemerkosa Mahasiswi Dituntut Ringan Jaksa, Dapat Diskon Dari Hakim Pula

Saat menjalani sidang putusan, oknum anggota polisi pelaku pemerkosa mahasiswi itu mendapat diskon hukuman dari hakim.

Kolase
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang oknumPolisi yang menjadi pelau pemerkosa seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kota Banjarmasin, Kalsel mendapat hukuman ringan. 

Hukuman ringan itu berawal dari tuntutan jaksa yang hanya menjerat hukuman 3,5 tahun penjara. 

Saat menjalani sidang putusan, oknum anggota polisi pelaku pemerkosa mahasiswi itu mendapat diskon hukuman dari hakim.

Hakim menjatuhkan vonis 2,6 tahun penjara untuk oknum anggota polisi tersebut. 

Ulah jaksa dan hakim itu pun membuat mahasiswi yang menjadi korban pemerkosaan oknum polisi itu semakin menderita.

Mahasiswi itu pun mengungkapkan kekecewaannya di media sosial dan viral.

Buntutnya, mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) Kamis (27/1/2022).

Kedatangan mahasiswa untuk mempertanyakan alasan jaksa menuntut ringan BT, oknum polisi pemerkosa rekan mereka.

"Kami ingin mempertanyakan kenapa JPU menuntut ringan terdakwa hanya 3,5 tahun," ujar Andika selaku koordinator aksi mahasiswa.

Menurut Andika, banyak kejanggalan selama proses hukum BT berlangsung.

Selain tuntutan ringan, vonis pengadilan juga tidak sesuai diterima pelaku yang hanya 2 tahun 6 bulan.

Lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selain itu, sambungnya kejanggalan lainnya adalah, minuman ringan yang dicekoki ke korban yang diduga narkoba tidak pernah diungkap sebagai fakta persidangan.

"itu kami duga narkoba," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved