Breaking News:

Dibina Widya Erti Indonesia, Unilever & Daemeter Consulting, Petani Sawit Inhu Raih Sertifikat RSPO

304 petani sawit di Inhu berhasil meraih sertifikat RSPO berkat pembinaan dari Widya Erti Indonesia, Unilever, dan Daemeter Consulting.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit
Asisten II Setdakab Inhu, Paino menyerahkan sertifikat RSPO kepada Ketua Asosiasi Karya Serumpun, Juliono pada kegiatan temu tani yang digelar di Hotel Miki Mutiara, Inhu, Kamis (27/1/2022).  

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Bertempat di Hotel Miki Mutiara Belilas, Kecamatan Seberida, Inhu kegiatan Temu Tani Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu) tahun 2022 dibuka secara resmi oleh Bupati Inhu, Rezita Meylani Yopi yang diwakilkan oleh Asisten II Setdakab Inhu, Paino pada Kamis (27/1/2022).

Kegiatan bertema "Membangun Jaringan yang Kuat dalam Usaha Sawit Swadaya" tersebut merupakan momen penting bagi para petani kelapa sawit yang tergabung dalam asosiasi Karya Serumpun.

Dimana 304 petani yang tergabung dalam perkumpulan tersebut berhasil meraih sertifikat RSPO berkat pembinaan dari Widya Erti Indonesia, Unilever, dan Daemeter Consulting.

Sertifikat RSPO tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Inhu yang diwakilkan oleh Paino. 

Membuka kegiatan temu tani, ditampilkan video singkat menceritakan sejarah singkat berdirinya asosiasi Karya Serumpun.

Juliono, Ketua Karya Serumpun menerangkan bahwa pada tahun 2017 lalu, mereka mendapat pendampingan dari tiga lembaga.

Program pendampingan dan penguatan petani sawit swadaya menuju sertifikasi RSPO di Kabupaten Inhu ini merupakan bentuk kerjasama Unilever, Daemeter Consulting, dan Widya Erti Indonesia. 

"Kami diberikan sekolah lapangan. Di sana kami belajar tentang cara budidaya yang baik dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit," kata Juliono. 

Selepas dari pembinaan tersebut, sejumlah petani kelapa sawit swadaya yang belajar dari sekolah lapangan dipilih menjadi fasilitator untuk membina petani kelapa sawit swadaya lainnya.

Hingga saat ini, sebanyak 304 petani sawit swadaya di Indragiri Hulu telah mendapatkan sertifikat RSPO dan lebih dari 1.000 orang petani telah dilatih praktik budidaya sawit yang baik melalui pendekatan Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS).

Kemudian pada tahun 2019 lalu, asosiasi Karya Serumpun resmi dibentuk. Hasil pembinaan yang dilakukan selama ini, petani swadaya Inhu berhasil meraih sertifikasi RSPO.

"Kami berterimakasih sekali atas pendampingan yang dilakukan, target kami ke depannya semoga bisa meraih sertifikat ISPO," ujar Juliono. 

Saat penyerahan sertifikat RSPO, Paino menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhu senantiasa mendukung kegiatan pembinaan yang dilakukan.

"Saya sangat mengapresiasi pencapaian petani sawit swadaya melalui Asosiasi Karya Serumpun, hal ini merupakan capaian luar biasa karena RSPO ini pada hakikatnya merupakan perwujudan daripada budidaya perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan," kata Paino. 

Paino melanjutkan dengan diperolehnya sertifikat RSPO ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh pekebun sawit di Kabupaten Indragiri Hulu dan sekitarnya.

"Perolehan sertifikat  RSPO ini sekaligus menjawab dengan nyata bahwa pertanian di Indonesia, khususnya di Indragiri Hulu sebenarnya memang murni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan tidak merusak lingkungan," ujar Paino.

( Tribunpekanbaru.com /Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved