Breaking News:

Harga Sawit Riau Naik

Biar Dapat Harga TBS Berkeadilan, Petani Swadaya di Riau Harus Bermitra dengan PKS

Agar mendapat harga yang berkeadilan sesuai dengan rendemen TBS mereka dan mengikuti harga CPO dunia untuk ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Riau

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja SP MSi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga TBS kelapa sawit Riau minggu ini mencapai level harga tertinggi di angka Rp 3.621,84/kg, untuk umur 10-20 tahun.

Sedangkan harga lelang Crude Palm Oil (CPO) di KPBN menembus level Rp 15.000/kg.

Di saat isu DPO dan DMO bergulir, menjadi ‘bola liar’ di tingkat petani, di mana harga Tandan Buah Sawit (TBS) mereka dihargai tidak wajar disaat harga CPO dunia melambung tinggi.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau Defris Hatmaja mengatakan, terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah memiliki regulasi untuk "menyelamatkan " pekebun swadaya yang belum berkelompok/berlembaga dari ketidakberdayaan ini.

Agar mendapat harga yang berkeadilan sesuai dengan rendemen TBS mereka dan mengikuti harga CPO dunia untuk ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Riau.

"Rukun wajib untuk bisa mendapatkan harga yang ditetapkan oleh Disbun adalah harus membentuk lembaga, seperti KUD, poktan dan gapoktan sesuai yang diamanatkan Pergub 77/2020 tentang Tata Niaga TBS Pekebun Riau," ujar Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau Defris Hatmaja kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (2/3/2022).

Fenomena yang terjadi beberapa hari ini tambah Defris, pekebun swadaya yang menjadi "korban".

Di mana harga TBS sawit swadaya anjlok di harga Rp 1.000-an sampai dengan Rp 2.000-an per kilogram oleh spekulan adalah pekebun swadaya yang tidak berlembaga/berkelompok.

"Untuk itu kita mendorong agar berkelompok supaya bisa kita mitrakan dengan PKS terdekat dan kelompok tani/KUD tersebut akan mendapatkan DO (delivery order) langsung dari PKS mitranya sesuai harga TBS yang ditetapkan oleh Disbun Riau," ucap Defris.

Untuk itu Defris menghimbau, agar pekebun dan kelembagaan pekebun swadaya menghubungi asosiasi petani terdekat untuk difasilitasi oleh disbun kabupaten/kota dan provinsi untuk bermitra dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) agar mendapatkan harga yang berkeadilan.

( Tribunpekanbaru.com / Rino Syahril )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved