Breaking News:

Gawat, Orang Bisa Berhubungan Badan Saat Masuk ke Ruang Virtual Metaverse, Wanita Ini Mengalaminya

Seorang wanita, mengaku mengalami hal yang tak mengenakkan yakni diperkosa atau dilecehkan pada saat mencoba Mataverse, Ia diajak berhubungan badan

pixabay
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dunia virtual bernama metaverse buatan Meta (dulu Facebook), kini tengah menyita perhatian banyak orang.

Dalam masa pengembangannya, banyak orang sudah mencoba masuk dan hidup di dunia virtual.

Namun sayangnya, naas bagi wanita yang satu ini, ketika masuk dunia virtual milik Meta atau Facebook, ia justru diperlakukan tidak baik.

Ia diperkosa alias diajak melakukan hubungan badan paksa pada masuk ke dunia Metaverse.

Seperti cerita wanita ini ketika masuk ke ruang dunia virtual tersebut?

Pengalaman tidak mengenakkan itu dialami seorang perempuan asal London, Inggris.

Itu dialaminya ketika ia menjajal metaverse, dunia virtual baru yang memungkinkan seseorang direpresentasikan dengan avatar, dan saling berinteraksi dalam ruang tiga dimensi (3D).

Dalam sebuah posting blog, perempuan yang diketahui bernama Nina Jane Patel (43) mengaku telah mengalami kekerasan seksual secara verbal, dan diperkosa secara virtual ketika berada di Horizon Venues.

Horizon Venues sendiri adalah metaverse bikinan Meta (dulu Facebook) yang masih dalam tahap pengembangan.

Metaverse ini bisa diakses menggunakan perangkat Virtual Reality (VR) Oculus Quest bikinan Meta, untuk menikmati konser, olahraga, komedi, dan kegiatan lainnya secara virtual.

"Enam puluh detik setelah bergabung, saya dilecehkan secara verbal dan seksual, 3-4 avatar laki-laki, dengan suara laki-laki, pada dasarnya, secara virtual memperkosa avatar saya dan mengambil foto," tulis Jane Patel dalam sebuah posting blog di platform medium.

Ia melanjutkan, ketika dirinya mencoba melarikan diri, avatar laki-laki itu justru melontarkan kalimat "jangan berpura-pura kamu tidak menyukainya".

Saat hal tersebut terjadi, Patel mengungkapkan bahwa reaksi dirinya di dunia virtual dan nyata sama, yaitu dirinya membeku alias tidak bisa melakukan apa-apa karena semuanya terjadi begitu cepat.

Patel mendeskripsikan pengalamannya di Horizon Venues tersebut sebagai sesuatu "mimpi buruk yang nyata", meski terjadi secara virtual.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved