Breaking News:

Sel Penjara Lapas Cipinang Diduga Dibisniskan, Bandar Narkoba Hidup Bak Sultan

WC menuturkan, praktik jual beli kamar di Lapas Cipinang sudah sejak lama terjadi. Praktik ini bahkan menjadi penghasilan baru bagi oknum sipir

Net
Ilustrasi - Pungli di Sel Lapas Cipinang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pungutan liar atau pungli di Indonesia tampaknya sudah merambah ke segala lini. Bahkan saat ini ada dugaan praktik pungli yang terjadi di sel penjara.

Korbannya adalah para Napi. Mereka harus membayar sejumlah uang untuk bisa mendapatkan tempat tidur beralas kardus dan menggunakan kamar mandi.

Kini Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Cipinang yang menjadi sorotan publik setelah adanya isu pungli menguap dari dalam sel Lapas tersebut.

Terbongkarnya dugaan pungli-di-lapas-cipinang' title=' pungli di Lapas Cipinang'> pungli di Lapas Cipinang berawal dari keluhan sejumlah Napi.

Dugaan pungli di Lapas sebenarnya bukanlah kabar yang mengejutkan.

Sebab kabar pungli di sejumlah Lapas di Indonesia menjadi rahasia umum.

Hal ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengakui, sudah sejak lama pihaknya mendapat laporan beragam modus jual beli fasilitas di lapas.

Ia pun mendorong Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) segera menindak tegas modus-modus tersebut.

"Jadi respons jajaran Kemenkumham termask Ditjen Pemasyarakatan tidak bisa lagi sekadar akan diselidiki dan kalau terbukti akan ditindak," kata Arsul kepada Kompas.com, Jumat (4/2/2022).

"Yang diperlukan sidak dan model operasi intelijen yang dilakukan secara diam-diam, bagaimana caranya tentu Kemenkumham tahu. Jika tidak memiliki kemampuan melakukan sendiri ya bisa minta bantuan dan kerja sama dengan BIN dan Intelkam Polri," tuturnya.

Jual beli kamar Lapas Cipinang Terbaru, terungkap dugaan praktik jual beli kamar di lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

Adalah WC, seorang warga binaan yang mengungkap praktik tersebut.

Menurut penuturan WC, ia dan narapidana lainnya harus membayar sejumlah uang ke petugas hanya demi mendapatkan tempat untuk tidur.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved