Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Tak Ada Satupun Usulan Daerah Pemekaran Baru di Riau, Anggota Dewan Angkat Bicara

anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Husaimi Hamidi menyesalkan, karena menurutnya sudah sepantasnya ada pemekaran daerah baru di Riau

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tahun 2022 ini setidaknya ada 57 usulan pemekaran Kabupaten dan Kota baru dan 8 pemekaran Provinsi di Indonesia, hanya saja satupun tidak ada usulan dari Provinsi Riau, padahal sebelumnya Riau sangat gencar ingin pemekaran kabupaten dan bahkan Provinsi.

Sebelumnya alat mencuat pemekaran Provinsi Riau pesisir, kemudian pemekaran Kabupaten Indragiri Hilir Selatan (Insel), Kota Tembilahan, Rokan Tengah, Rokan Darussalam, Gunung Sahilan Darussalam.

Hanya saja dari beberapa nama tersebut, tidak satupun masuk dalam usulan untuk pemekaran daerah baru di tanah air.

Menanggapi hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Husaimi Hamidi menyesalkan, karena menurutnya sudah sepantasnya ada pemekaran daerah baru di Riau.

"Pemekaran ini dimaksudkan untuk lebih kepada pembangunan dan kepedulian terhadap masyarakat, semakin banyak daerah pemekaran baru maka pembangunan kepada masyarakat akan lebih cepat dan tepat,"ujar Husaimi Hamidi.

Husaimi juga mengharapkan agar daerah Kabupaten induk untuk tidak takut adanya pemekaran ataupun daerah Kabupaten baru, karena tidak akan berpengaruh pada kekuasaannya.

"Jadi kepada kepala daerah hendaknya mendukung dan ikut mengusulkan daerah pemekaran baru ini, tujuannya kan untuk mendekatkan pembangunan kepada masyarakat,"ujarnya.

Dirinya mencontohkan Rokan Hilir yang sebelumnya masuk ke Kabupaten Bengkalis, pembangunan saat itu sangat sulit didapat daerah di Rohil, hanya saja setelah mekar menjadi Kabupaten sendiri maka dengan mudah membangun daerahnya.

"Begitu juga dengan yang paling mendesak itu daerah Indragiri hilir, Tembilahan yang sudah lama diusulkan, sampai sekarang tidak juga terwujud, agar pembangunan itu bisa langsung mudah sampai ke masyarakat,"ujar Husaimi.

Menurut Husaimi semuanya harus mendorong dari daerah sendiri, dengan tujuan untuk pembangunan daerah, diperbanyak Kabupaten dan Desa di Riau.

"Dicontoh daerah lain di tanah air, mereka Kabupaten dan Kota banyak, ditambah Desa juga banyak, sehingga anggaran untuk daerah itu juga banyak,"ujar Husaimi.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved