Breaking News:

Berita Pelalawan

Kecelakaan Kerja Tewaskan Karyawan Terkesan Ditutupi,DPRD Pelalawan Jadwalkan Sidak ke PMKS PT MAS

Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Abdul Nasib SE mendapat kesan kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PT MAS ditutup-tutupi oleh perusahaan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Abdul Nasib SE mendapat kesan kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PT MAS ditutup-tutupi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kecelakaan kerja di areal PT Makmur Andalan Sawit (MAS) di Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau terkesan ditutupi.

Kecelakaan kerja yang terjadi pada pada Sabtu (5/2/2022) sore pekan lalu, menewaskan seorang pekerja.

Korban bernama Geread Jehezkiel Situmeang (22) yang merupakan karyawan di bidang maintenance atau perawatan PT MAS.

Korban Geread tinggal di perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut di Desa Pesaguan, Pangkalan Lesung.

Ia meregang nyawa setelah jatuh dari atap Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT MAS.

Namun kematian karyawannya saat memperbaiki atap PMKS terkesan ditutup-tutupi oleh manajemen perusahaan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Abdul Nasib SE.

Ia menyebutkan, untuk mendapatkan informasi seputar kecelakaaan kerja itu sangat sulit.

Padahal dirinya sebagai anggota dewan yang berasal dari Kecamatan Pangkalan Lesung membutuhkan data dan informasi valid dari pihak manajemen PT MAS.

"Kesannya seperti ditutup-tutupi agar orang luar perusahaan tidak tahu. Itu yang kita rasakan. Memang sejak dulu PT MAS sangat tertutup kepada masyarakat maupun pemerintah," beber Abdul Nasib.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, pihaknya berencana akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PMKS PT MAS.

Tujuannya untuk melihat langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan kerja tersebut.

Komisi II DPRD ingin merunut kronologi tewasnya pekerja yang jatuh saat memperbaiki atap seng PMKS perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Kita ingin cek juga beberapa hal yang berkaitan langsung dengan Tupoksi kita di komisi ll. Dalam beberapa hari ini kita cocokan dulu jadwalnya," ujar Abdul Nasib.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved