Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Pembunuh Siswa SMA Terkubur di Kebun Sawit Siak Ditangkap, Polisi Ungkap Aksi Keji Pelaku

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengurai kronologi kehilangan, pembunuhan hingga pengungkapan kasus ini, Senin (7/2/2022) kepada media massa.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com, SIAK - Ditemukannya mayat gadis cantik VRM (16) Minggu (6/2/2022) membuat geger warga kota Siak Sri Indrapura.

Kenapa tidak, VRM yang dikenal periang dan sopan santun itu hilang selama 4 hari sebelumnya ditemukan dalam keadaan meninggal dan jasadnya setengah terkubur di kebun kelapa sawit, RT 02 RW 01, kampung Benteng Hilir, kecamatan Mempura.

VRM merupakan pelajar kelas II SMA yang tinggal di RT 001 RW 006 Kampung Paluh, kecamatan Mempura. Gadis berhijab ini mengalami nasib malang setelah ingin meminjam uang kepada temannya melalui chating di messenger akun FB.

Rencana meminjam uang tersebut harus berakhir pahit, dirudapaksa hingga dihabisi nyawanya.

Kejadian itu dialamai VRM pada Rabu (2/2/2022) sekira pukul 19.00 WIB. Sejak itu pula keluarga VRM mengumumkan berita kehilangan orang hingga terungkap pada Minggu (6/2/2022).

Pada Minggu pukul 14.00 WIB seorang warga bernama HD yang bekerja di kebun sawit mencium aroma tidak sedap. Dari aroma tidak sedap itulah terungkap bahwa VRM telah dihabisi.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengurai kronologi kehilangan, pembunuhan hingga pengungkapan kasus ini, Senin (7/2/2022) kepada media massa. Boleh dikatakan, kasus ini merupakan kasus paling sadis di areal Kota Siak Sri Indrapura sejak 5 tahun terakhir.

“Pada Rabu 2 Februari 2022 sekira pukul 12.00 WIB, korban VRM chating di messenger akun FB dengan pria AM. Korban berencana meminjam uang, namun yang memegang Ponsel AM adalah SAS (pelaku). Kemudian SAS mengaku sebagai AM atau Arya dan mengajak chating di FB-nya,” kata AKBP Gunar.

Pelaku SAS (16) menggunakan HP milik AM dan mengaktifkan FB pribadinya di HP itu. Kemudian langsung chating di massenger akun FB milik pelaku dengan VRM. VRM berencana meminjam uang Rp 500.000 untuk membayar utang.

“Kemudian pelaku SAS ini mengatakan, datang ajalah ke sini, nanti aku kasi pinjamannya. Kemudian pelaku minta dijemput di dekat rumah AM di jalan Siak -Buton, Pasar Tuah Sekato, Benteng Hulu, Mempura.

Sekira pukul 17.30 WIB, VRM datang seorang diri dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna merah. Ia berhenti di simpang rumah AM lalu dihampiri SAS.

SAS kemudian mendatangi AM untuk meminjam uang sebesar Rp 10.000 dengan alasan untuk membeli BBM. Akhirnya AM memberikan uang Rp 10.000 tersebut. Kemudian pelaku membonceng korban dengan menggunakan sepeda motor milik korban.

Pelaku SAS ini membawa korban ke arah kebun sawit milik kakeknya, RT 02 RW 01, kampung Benteng Hilir, yang menjadi TKP.

SAS beralasan akan menemui ibunya untuk meminta uang sebesar Rp 500.000 lalu dipinjamkan ke VRM.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved