Breaking News:

Berita Inhu

Nasib Anak Korban Perceraian di Inhu atau yang Menikah di Bawah Umur akan Dapat Perhatian, Ada MoU

Anak yang tidak mampu sekolah akibat perceraian orang tuanya atau anak yang menikah di bawah umur, akan mendapat perhatian.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Istimewa
Anak yang tidak mampu sekolah akibat perceraian orang tuanya atau anak yang menikah di bawah umur, akan mendapat perhatian. FOTO: Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Hendrizal memimpin rapat bersama PA Rengat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Anak yang tidak mampu sekolah akibat perceraian orang tuanya atau anak yang menikah di bawah umur, akan mendapat perhatian dari dinas sosial dan dinas tenaga kerja Kabupaten Inhu.

Hal itu diungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Hendrizal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Hendrizal, mewakili Bupati Inhu memimpin rapat koordinasi sekaligus MoU Pemkab Inhu dengan Pengadilan Agama (PA) Rengat yang digelar Selasa (8/2/2022) di ruang rapat Narasinga lantai dua Kantor Bupati Inhu.

Hadir dalam Rakor ini ketua Pengadilan Agama Rengat, Yunadi beserta jajaran, Ketua Pembina LAMR Kabupaten Inhu, Abdul Gani, Kepala Kantor Kemenag Kab.Inhu, Darwison, Kepala BPS Kabupaten Inhu.

Selain itu juga hadir beberapa kepala OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan,Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Inhu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) Inhu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Inhu, Dinas Kependudukan dan Capil (Disdukcapil) Inhu, Kabag Tapem, Kabag Hukum Setdakab Inhu serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua PA Rengat, Yunadi menyampaikan beberapa permasalahan sosial yang terjadi di Kabupaten Inhu diantaranya menurut data di PA bahwa tingkat perceraian di Kabupaten Inhu yang cukup tinggi dan adanya pernikahan di bawah umur yang tentunya juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi anak.

Oleh karena besarnya dampak yang ditimbulkan dari kedua hal tersebut Yunadi menginginkan data tersebut tidak hanya menjadi data 'mati'. Menurutnya data tersebut harus dihidupkan dengan cara menyampaikan kepada pemerintah daerah khususnya kepada OPD terkait dan bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan sosial tersebut.

"Kita perlu adanya Mou untuk menyampaikan data tersebut ke pemerintah daerah," ujar Yunadi. Menanggapi hal tersebut Sekda Inhu, Hendrizal selaku pemimpin rapat mengatakan bahwa Pemda akan mencoba membuat suatu MoU sehingga data yang ada dapat ter'cover' semuanya.

 (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved