Breaking News:

Berita Siak

Air Mata Ibu VRM Masih Mengalir, Kenang Gadis yang Dibunuh Secara Sadis di Siak, Pendam Rasa Rindu

Air mata ibu VRM masih mengalir, kenang gadis yang dibunuh secara sadis. Pendam rasa rindu, sudah 4 hari mayat VRM ditemukan dan dikebumikan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/MAYONAL PUTRA
Ibu korban pembunuhan di Siak, Hani Setiani (2 dari kanan), adik korban Veni dan sahabat korban Aulia dan Virza di rumah duka. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Air mata ibu VRM masih mengalir, kenang gadis yang dibunuh secara sadis. Pendam rasa rindu, sudah 4 hari mayat VRM ditemukan dan dikebumikan.

Rasa kehilangan dan kenangan dirasakan keluarga VRM.

Tak hanya keluarga, sahabat-sahabatnya juga merasa amat rindu dengan sosok gadis cantik yang meninggal di usia 16 tahun itu.

Kerinduan mendalam diungkapkan ibu VRM, Hani Setiani, adiknya Veni dan kakaknya Vella.

Setelah para pelayat dan rombongan yasinan pulang dari rumahnya setiap malam, air mata ketiga perempuan itu tumpah tak tertahankan.

“Kadang saya lari ke kamar, memeluk bantal. Masih belum percaya rasanya kakak Vebi pergi selamanya,” kata Venni, Rabu (9/2/2022).

Saat duduk -duduk di tengah rumah bersama kedua anaknya tersisa, tiba-tiba sudut mata Hani telah basah.

Hal yang sama juga dirasakan kakak almarumah, yakni Vella. Kadang mereka bertiga pun berpelukan sambil sesenggukan.

“Sebenarnya saya belum bisa menerima kenyataan ini, sampai sekarang terus terbayang saat anak saya dibekap pelaku itu di kebun sawit, saya ingin menolongnya,” kaya Hani.

Duka lara yang diderita Hani dan keluarganya juga dirasakan para tetangga. Para tetangganya pun tidak membiarkan Hani dan keluarga menghadapinya sendiri.

Varita Lona, tetangga Hani masih datang untuk sekadar menghibur ketiga perempuan itu. Begitupun tetangga yang lain, masih berdatangan untuk menghibur Hani dan dua anaknya.

“Kami memang bukan asli di sini, tetapi kami sudah berpuluh tahun tinggal di sini, tidak pernah ada masalah dengan tetangga. Saat kejadian ini tetangga pulalah yang menguatkan kami,” kata Hani.

Sejak VRM meninggalkan rumah pada Rabu (2/2/2022) lalu, Hani tak pernah lagi melihat anaknya tersebut.

Mayat VRM juga tidak dibawa kerumahnya tersebut pada saat ditemukan di kebun sawit kampung Benteng Hilir, Minggu (6/2/2020) lalu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved