Breaking News:

Berita Riau

30 Kg Sabu Asal Malaysia Masuk ke Bengkalis Diedarkan ke Jakarta Berhasil Diamankan Polda Riau

Kuris sabu di Bengkalis mengaku sudah 4 kali dapat perintah bandar besar di Malaysia bernama Mr. CHIU untuk dibawa ke Jakarta dengan upah Rp 400 Juta

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
IST/Humas Polda Riau
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal saat memimpin kegiatan konferensi pers di Mapolres Bengkalis, Jumat (11/2/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Aparat dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, berhasil menggagalkan peredaran 30 kg narkotika jenis sabu.

Dalam pengungkapan yang turut bekerjasama dengan petugas Polair dan Bea Cukai ini, turut diamankan 2 orang tersangka. Keduanya yaitu BUR alias Ahan dan TRIS alias Acai.

Awalnya, 3 tim berjibaku melakukan pengintaian selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 Januari 2022.

BUR alias Ahan diamankan bersama dengan barang bukti 3 karung sabu yang ditanam di dalam hutan bakau di Desa Meskom Bengkalis.

Ia mengaku disuruh oleh tersangka TRIS alias Acai menjemput barang tersebut.

Berikutnya, tim berhasil menangkap tersangka TRIS alias Acai di pusat perbelanjaan di Jakarta Utara.

Setelah diintrogasi, TRIS mengaku memerintahkan tersangka BUR alias Ahan untuk menjemput sabu di daerah Sei Pakning, Bengkalis.

Masih penuturan tersangka TRIS alias Acai, dirinya sudah 4 kali mendapat perintah dari bandar besar atau bos di Malaysia bernama Mr. CHIU, untuk mendistribusikan sabu tersebut dari Bengkalis ke Jakarta dengan upah Rp400 juta setiap kali pengiriman.

Namun upayanya penyelundupkan barang haram kali ini, gagal setelah petugas berhasil mendeteksi dan menangkapnya.

Sementara tersangka BUR alias Ahan, dijanjikan upah Rp80 juta dalam kegiatan pendistribusian sabu dari wilayah Desa Buruk Bakul, Kabupaten Bengkalis.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal saat memimpin kegiatan konferensi pers di Mapolres Bengkalis, Jumat (11/2/2022) mengatakan, penegakan hukum tidak bisa optimal apabila dikerjakan sendiri.

Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama untuk memerangi narkoba.

“Saya hadir disini ingin menunjukkan keseriusan, saya sengaja terbang ke Bengkalis ini untuk menunjukkan keseriusan dalam memberantas narkoba,” tegas Irjen Iqbal.

Jenderal bintang dua itu memaparkan, berdasarkan hasil pemetaan, baik itu yang dilakukan Mabes Polri, Polda Riau, dan Polres, Bengkalis adalah pintu masuknya narkoba diwilayah Riau.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Forkopimda Kabupaten Bengkalis serta seluruh stake holder, terus berantas narkoba ini, kita tidak ingin penerus kita hancur karena narkoba,” ucapnya.

“Terimakasih kepada anggota dilapangan saya yakin bekerja sama dengan bea cukai dan lainnya, kejar sampai dengan bandarnya, tindak tegas setegas-tegasnya kepada bandar dan pengedarnya,” imbuh Irjen Iqbal.

Ia menambahkan, dirinya tidak akan segan melaporkan kepada pimpinan Polri, agar diberitakan reward atas prestasi anggotanya di lapangan.

Untuk diketahui, Irjen Iqbal dalam kunjungannya, turut didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Yos Guntur, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, dan Direktur Binmas Polda Riau AKBP Wendry Purbiyantoro.(tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved