Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Warga Kampar Hilang tenggelam di Sungai Kampar Saat Tambang Pasir Tengah Malam

pengakuan sang istri, korban tiba-tiba terjatuh dari sampan sebelum karam. Istrinya sempat berusaha memberi pertolongan dengan terjun ke sungai.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Daftar panjang korban hilang di Sungai Kampar terus X s. Nite'aro Telaumbanuo, warga Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang, korban berikutnya.

Nite'aro dinyatakan hilang setelah sampannya karam di Sungai Kampar wilayah Desa Pulau Lawas, Sabtu (12/2/2022) dini hari. Hingga Minggu (13/2/2022), korban belum ditemukan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Candra Lukita menyebutkan, radius jelajah pencarian terus diperlebar ke sisi hilir.

"Radius pencarian sampai ke Desa Sungai Tonang (Kecamatan Kampar Utara). Berarti sudah sekitar 10 kilometer," ungkap Candra kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (13/2/2022).

Candra menjelaskan, pria berusia 35 tahun itu hanyut sekitar pukul 02.30 WIB. Saat korban dan istrinya, Marlina Waruwu yang berusia 31 tahun, hendak merapat ke dermaga dengan menaiki perahu untuk membongkar pasir hasil tambang.

Menurut Candra, perahu tersebut mereka gunakan untuk mengangkut pasir yang ditambang di sekitar Sungai Kampar. Sebelum tiba di dermaga, sampan yang penuh bermuatan pasir tersebut karam.

Berdasarkan pengakuan sang istri, korban tiba-tiba terjatuh dari sampan sebelum karam. Istrinya sempat berusaha memberi pertolongan dengan terjun ke sungai. Tetapi sang suami sudah lebih dahulu tenggelam.

"Korban hanyut dan tenggelam. Sedangkan istrinya selamat dengan berenang ke tepi sungai," jelas Candra. Setibanya di tepi sungai, istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Candra menuturkan, pihaknya langsung ke lokasi setelah mendapat informasi tersebut. Di awal pencarian, sampan sudah ditemukan.

Ia menambahkan, tim gabungan pencari melibatkan Satgas Tim Reaksi Cepat Pusdalops-PB dan Basarnas. Dibantu personil Kepolisian dan TNI beserta masyarakat setempat.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved