Breaking News:

Pandemi Covid-19 akan Berakhir Tahun 2022, Tapi. . .

Hanya inilah satu-satunya syarat yang harus dipenuhi seperti yang dikatakan oleh WHO. Jika tercapai maka semua bisa hidup sehat dan nyaman

Editor: Budi Rahmat
Rezas / AFP
Penggali kubur membawa peti jenazah korban meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 untuk dimakamkan di sebuah pemakaman di Bekasi pada 10 Agustus 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pendemo Covid-19 diprediksi akan berakhir tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Namun, untuk mewujudkan harapan itu, WHO mengatakan ada satu syarat wajib yang harus dipenuhi.

Syarat tersebut akan menjadikan pandemi benar-benar akan pergi dan manusia kembali bisa hidup normal.

Baca juga: Tak Pernah Kena, Hotman Paris Sebut Tubuhnya Anti Corona, Dimobilku, Ditubuhku, Semua Anti corona

Menurut WHO satu-satunya syarat yang harus dipenuhi adalah dengan memastikan semua manusia sudah divaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, bahwa fase akut pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun ini.

Kabar tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan saat mengunjungi Afrika Selatan.

Akan tetapi, Tedros menegaskan hal ini tidak bisa terjadi begitu saja, karena menurutnya ada langkah yang harus dilakukan untuk mengakhiri fase akut pandemi Covid-19, salah satunya target vaksinasi.

Setidaknya, kata dia, sebanyak 70 persen populasi dunia sudah harus mendapat vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan hal itu.

“Harapan kami fase akut pandemi ini akan berakhir tahun ini, tentunya dengan satu syarat, vaksinasi 70 persen (target tercapai) pada pertengahan tahun ini sekitar bulan Juni, Juli,” ujar Tedros dilansir dari Al Jazeera, Jumat (11/2/2022).

Baca juga: Hati-hati, Corona Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia, 4 Orang Membawanya dari Luar Negeri

Baca juga: Ilmuwan Rusia Ungkap Kelemahan Virus Corona Varian Omicron

“Jika itu dilakukan, fase akut bisa benar-benar berakhir, dan itulah yang kami harapkan. Ini bukan masalah kesempatan. Ini masalah pilihan," lanjutnya.

Sebelumnya, WHO juga meminta bagi negara-negara maju untuk membantu negara miskin dalam mempercepat laju vaksinasi Covid-19.

Pihaknya mendesak negara-negara tersebut, untuk memberikan sumbangan sebesar 16 miliar US dolar atau sekitar Rp. 229,6 triliun untuk melawan ancaman Covid-19.

Sumbangan itu nantinya disalurkan melalui Access to Covid Tools Accelerator (ACT-A), agar dapat digunakan sebagai dana darurat kesehatan global tahun ini.

"Di mana pun Anda berada, Covid-19 belum selesai. Ilmu pengetahuan memberikan bukti bahwa untuk untuk memerangi Covid-19," papar Tedros seperti dilansir dari CNA, Kamis (10/2/2022).

"Jika vaksin dan 'alat perang' lainnya dibagikan secara global dalam solidaritas, kita dapat mengakhiri Covid-19 sebagai darurat kesehatan global tahun ini," imbuhnya.

Cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Sebagai informasi, cakupan vaksinasi Indonesia menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (12/2/2022) pukul 18.00 WIB menunjukkan bahwa total vaksinasi dosis kesatu telah mencapai 90,35 persen.

Baca juga: Kenali Virus Corona Varian Omicron, Varian Baru Covid-19, Epidemiolog Sebut Lebih Mengkhawatirkan

Baca juga: Tragis, Berharap Anti Bodi Kuat, Pria Ini Akhirnya Tewas Akibat Virus Corona, Ini yang Dilakukannya

Sedangkan, vaksinasi dosis kedua mencapai 65,08 persen, dan total vaksinasi dosis ketiga (booster) sebanyak 3,36 persen.

Tentu saja apa yang diprediksi oleh WHO tersebut bisa jadi perhatian.

Terlepas dari apakah yang disampaikan benar-benar menjadi hak yang pasti, stidaknya kita semua tetap menjaga prokes dan jaga imun.(*)

( Tribunpekanbaru.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved