Breaking News:

Berita Rohul

Waspada, Sudah Dua Orang Meninggal Akibat DBD di Rohul

Sepanjang 2022, terdapat 29 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rohul, dan dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hulu dr Bambang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Sepanjang 2022, terdapat 29 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rohul, dan dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Disampaikan oleh Kadinkes Rokan Hulu (Rohul) dr Bambang pada Selasa (15/2/2022) kondisi tersebut dipicu oleh kondisi musim pancaroba seperti sekarang.

"Memang selama ini kita terus melakukan berbagai upaya dan tindakan-tindakan, seperti salah satunya memberikan penyuluhan terkait penyakit Demam Berdarah," kata dr Bambang.

Dilanjutkan dia, berkaca pada tahun sebelumnya, terdapat 102 kasus dengan empat kasus diantaranya berstatus meninggal dunia.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemda Rokan Hulu melalui Dinas Kesehatan melakukan antisipasi dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.

Terutama, berkaitan dengan bahaya DBD di masyarakat pada musim pancaroba seperti sekarang.

"Kita juga menyarankan kepada masyarakat untuk lebih rajin menggelar gotong royong.

"Salah satunya, adalah dengan melakukan pembersihan lingkungan atau yang lebih dikenal dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menghindari media sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk," jelasnya.

Bambang juga menjelaskan, apabila terdapat masyarakat terserang DBD, hal pertama yang akan dilakukan adalah melakukan penyelidikan epidemiologi, dimana dilakukan tindakan di rumah penderita DBD serta menyelidiki penyebab dan sumber nyamuk DBD.

"Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk, dengan bekerjasama dan bergotong royong dengan masyarakat, kita bisa membasmi perkembangbiakkan nyamuk," sebutnya.

Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, dr Bambang berpesan untuk tidak terlambat dalam mengambil tindakan terhadap pasien terserang DBD.

"Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami demam tinggi, maka segeralah untuk dibawa berobat, hal ini untuk memastikan keluarga kita terserang DBD atau bukan, karena pada hakekatnya terserang atau tidaknya DBD itu gejala awalnya hampir sama, yakni demam tinggi," tandasnya. (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved