Inggris Kembali Sebut Rusia akan Menginvasi Ukraina, Rusia Tertawa
Sampai saat ini Rusia belum juga menginvasi Ukraina seperti yang diramalkan barat, Amerika Serikat dan Inggris.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sampai saat ini Rusia belum juga menginvasi Ukraina seperti yang diramalkan barat, Amerika Serikat dan Inggris.
Rusia menertawakan klaim bohong yang dihembuskan blok barat tersebut.
Moskow mengejek klaim invasi Rusia yang disuarakan Inggris pada hari Minggu (20/2/2022) kemarin.
Diberitakan Rusia Today, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam diplomat top London.
Liz Truss telah menyarankan bahwa Rusia tidak akan puas setelah menginvasi Ukraina, melainkan akan mengalihkan fokusnya ke negara-negara Baltik dan bahkan Balkan barat.
Menurut Truss, berbicara dalam wawancara Mail on Sunday, Presiden Vladimir Putin akan memulai perang.
"Ingin memutar waktu kembali ke pertengahan 1990-an atau bahkan sebelum itu," ujar Truss.
Lebih lanjut ia menekankan perlawanan terhadap Vladimir Putin.
"Sangat penting bagi kita dan sekutu kita untuk menentang Putin, bisa jadi Ukraina minggu depan, tetapi kemudian negara mana yang akan terjadi selanjutnya?," sebutnya.
Juru bicara diplomatik utama Rusia Maria Zakharova memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan di Telegram,
"(Truss) telah memakukan rencana berbahaya kami untuk menyerang wilayah Kaliningrad,” tulisnya mengacu pada daerah kantong Rusia di pantai Baltik.
Tanggapannya juga merupakan anggukan nyata terhadap pembicaraan Truss dengan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov awal bulan ini, ketika media Rusia mengungkapkan bahwa menteri luar negeri, menjawab pertanyaan dari Lavrov, mengatakan Inggris tidak akan pernah mengakui kedaulatan Rusia atas Wilayah Rostov dan Voronezh.
Duta Besar Inggris Deborah Bronnert dilaporkan harus turun tangan memberi tahu atasannya bahwa kedua wilayah itu sebenarnya milik Rusia.
Para pemimpin Barat telah mengklaim selama berbulan-bulan bahwa Rusia berencana untuk menyerang Ukraina sebuah tuduhan yang telah berulang kali dibantah oleh Moskow.
Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan di Ukraina timur telah meningkat.
Pemerintah Ukraina dan republik Donetsk dan Lugansk yang memproklamirkan diri saling menyalahkan atas gejolak tersebut.
Pada hari Jumat, dua wilayah yang memisahkan diri mulai mengevakuasi warga sipil ke Rusia.
Pada hari Sabtu, mereka mengeluarkan perintah mobilisasi, mengklaim bahwa pasukan Kiev siap untuk campur tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-inggris-liz-truss.jpg)