Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Bupati Zukri Minta Bantu Penanganan Banjir, Kementrian PUPR akan Perbaiki Jalan Lintas Timur

Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Riau membawa serta kontraktor preservasi Jalintim dari PT TuahAwam Engginering yang menjadi pemborong

Penulis: johanes | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki Jalan Lintas Timur ( Jalintim) mulai dari Simpang Lago, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan sampai ke Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dalam tahun 2022 ini.

Hal itu diketahui melalui audiensi yang dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah ll Provinsi Riau Balai Pelaksana Jalan Nasional Direktorat Jendral Bina Marga Kementrian PUPR dengan Bupati Pelalawan H Zukri dan Wakil Bupati Nasarudin SH MH bersama sejumlah pejabat di ruang rapat bupati, Senin (21/2/2022).

Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Riau membawa serta kontraktor preservasi Jalintim dari PT Tuah Awam Engginering yang menjadi pemborong proyek tersebut.

Sedangkan konsultan pengawas PT Adiya Widya Jasa KSO, PT Krida Pradana KSO, dan PT Bintang Agung Konsultan.

Tim dari Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Riau dipimpin oleh Warmen Sinaga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut.

Dalam pemaparannya, Warmen Sinaga menjelaskan preservasi terhadap Jalintim sepanjang 131 Kilometer yang terbentang di Kabupaten Pelalawan dan Inhu. Adapun anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 41 Miliar untuk proyek tersebut.

Adapun jenis perbaikan yang akan dilakukan kontraktor pelaksana PT Tuah Awam Engginering berupa patching penambalan jalan berlubang untuk mengembalikan kondisi jalan.

"Kemudian ada juga item pekerjaan beton regid, perbaikan drainase, serta pekerjaan lapis aspal. Ini akan berjalan dalam waktu dekat," kata Warmen Sinaga saat memaparkan rencana pekerjaan.

Selanjutnya Bupati Zukri, Wabup Nasarudin dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdiskusi dengan tim Satker Kementrian PUPR terkait rencana pengerjaan proyek itu.

Bahkan para camat yang wilayahnya dilintasi Jalintim juga turut menyampaikan pendapatnya. Sehingga disepakati setiap pelaksanaan proyek harus berkoordinasi dengan Pemda Pelalawan dan instansi terkait.

Usai konsultasi, Bupati Zukri menyampaikan, rencana perbaikan Jalintim merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pasalnya, Jalintim merupakan jalan nasional yang semua perbaikan maupun pemeliharaannya ditangani Kementerian PUPR dan dibiayai APBN.

Namun perlu disamakan persepsi antaran pelaksana pekerjaan dengan pemerintah daerah sebagai pemilik wilayah.

"Kita ingin proyek pusat seperti ini memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Memang selam ini Jalintim sudah banyak kerusakan dan lubang," tutur Zukri.

Ia menyampaikan permintaan khusus kepada Tim Satker Jalan Nasional Kemen PUPR terkait perbaikan drainase di Kota Pangkalan Kerinci.

Rehabilitasi saluran air yang selama ini tersumbat dan nyaris tak berfungsi lagi harus sesuai dengan rencana Pemda dalam menanggulangi banjir yang kerap timbul di Jalintim Kota Pangkalan Kerinci.

Setiap musim hujan, jalanan selalu digenangi air hingga berimbas ke pemukiman warga. Bahkan permasalahan banjir dan genangan air telah banyak dikeluhkan warga maupun pengguna jalan.

"Kita ingin banjir yang selama ini terjadi di Pangkalan Kerinci bisa teratasi dengan perbaikan drainase ini. Ada beberapa titik di Kota Pangkalan Kerinci yang sudah didata," bebernya.

Zukri berharap, proyek nasional itu berjalan dengan baik dan tidak menghambat aktivitas masyarakat selama pengerjaan seperti yang terjadi di Jalintim Bandar Seikijang pekan lalu. Dimana macet parah dan antrian panjang selama berjam-jam merugikan masyarakat.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved