Breaking News:

Bak Ayam Mati di Lumbung Padi, Rakyat Indonesia Ngantre 4 Jam Demi Minyak Goreng

Produksi sawit Indonesia mencapai 43,5 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 3,61 persen per tahun. Paling tinggi di dunia.

istimewa
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemberlakukan minyak goreng murah dibeberapa ritel modern di Pekanbaru, Rabu (19/1/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pepatah ayam mati di lumbung padi tampaknya berlaku di Indoensia. Sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia, rakyatnya malah kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng.

Buktinya, ribuan warga di Kota Blitar, Rabu (23/2/2022) rela mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng saat operasi pasar yang digelar Pemerintah Kota Blitar.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang mengantre sejak subuh.

Seperti diketahui, Indonesia sudah menjadi produsen minyak sawit nomor satu di dunia sejak 2006, menyalip posisi yang selama bertahun-tahun sudah ditempati Malaysia.

Produksi sawit Indonesia mencapai 43,5 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 3,61 persen per tahun.

Hal ini membuat CPO jadi penyumbang devisa ekspor terbesar bagi Indonesia.

Namun, rakyat Indonesia malah kesulitan mendapatkan minyak goreng. 

Jika pun ada, harga minyak goreng di pasaran cukup mahal.

Di Pasar Pon, salah satu lokasi pendistribusian minyak goreng dalam operasi pasar tersebut, sejumlah warga yang mayoritas kaum perempuan itu bahkan mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WIB.

Sumiati (56), warga Kelurahan Bendogerit, rela mengantre bersama sejumlah tetangganya sejak pukul 05.15 WIB.

"Saya sudah sejak pukul lima tadi, ini sudah menunggu empat jam," kata Sumiati.

Menurut Sumiati, ada beberapa tetangganya yang sudah berangkat sebelum pukul 05.00 WIB, meski mereka tahu operasi pasar baru dimulai pukul 08.00 WIB.

"Tapi, sampai sekarang belum dimulai juga ternyata," ujarnya.

Sumiati mengaku rela mengantre berjam-jam karena toko di sekitar rumahnya sering kehabisan minyak goreng.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved