Breaking News:

Direktur BSP Ngaku Dicari-cari Anggota DPR RI M Nasir, Pasca Putus Kontrak Pembangunan Gedung

Direktur Utama PT BSP, Iskandar mengaku dicari-cari oleh anggota DPR RI M Nasir usai putus kontrak pembangunan gedung BSP setinggi 5 lantai

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Rinal Maradjo
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Foto desain gambar gedung PT BSP di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Motif anggota komisi VII DPR RI Muhammad Nasir Dapil Riau II yang mengkritik PT Bumi Siak Pusako (BSP) terkuak. Disinyalir ada rasa sakit hati akibat PT BSP memutus kontrak kerja atas proyek pembangunan gedung senilai Rp 87 miliar di Pekanbaru.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Siak dengan BOB - PT BSP dan Pemkab Siak, Selasa (22/2/2022).

RDP itu dibuka oleh Ketua DPRD Siak Indra Gunawan dan dihadiri 2 orang Fraksi Demokrat, Syamsurizal dan Syamsurijal, Fraksi PPP Zulfaini, Fraksi PAN Syarif, Fraksi PDI Perjuangan Rakip dan sejumlah anggota lainnnya.

Sementara dari pihak PT BSP dihadiri oleh Direkturnya Iskandar bersama sejumlah jajaran, Asisten II Setdakab Siak Hendrisan dan Kabag Hukum Setdakab Siak Jon Efendi.

RDP tersebut berjalan cukup panas, karena lantangnya suara Syamsurizal yang mempertanyakan kenapa polemik tersebut terjadi.

“Kita berharap agar PT BSP dikelola dengan baik. Tolong sampaikan kenapa Nasir mengusik PT BSP. Sudah 4 periode dia di komisi VII kok baru sekarang aja dia teriak. Tolong jelaskan kepada kami biar kami bisa juga laporkan juga ke DPP (Demokrat) nanti,” kata Syamsurizal.

Selain itu, Syamsurizal juga meminta Pemkab Siak mengajak dewan berjuang bersama-sama..

Menurutnya, polemik ini justru heboh di Jakarta dan Pekanbaru dan sebagai anggota DPRD Siak tidak mungkin diam saja. Apalagi yang dipolemikkan tersebut adalah BUMD Siak.

Baca juga: Fitra Sebut BSP Siak Dikuasai Kroni Kekuasaan. Ini Daftar Nama Mereka

Baca juga: PT BSP Bangun Gedung 6 Lantai di Pekanbaru, Desain Modern dan Memasukkan Unsur Istana Siak

Sementara itu Zulfaini mengatakan, bicara tentang BSP sebenarnya adalah bicara tentang dapur masyarakat Siak sendiri.

Saat dapur sendiri diobok -obok orang lain, maka dapur itu harus segera dilindungi.

“Kami dari fraksi PPP sudah sepakat kami akan didepan karena ini terkait BUMD kita. Jangan kita menjadi pengkhianat di negeri sendiri. Jika BSP diobok- obok pihak luar kami gerah juga. Jika digaduh BSP oleh pihak luar seharusnya kita kompak,” kata dia.

Sementara Syarif mengatakan, Bupati Siak Alfedri sudah berupaya keras untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak dalam rangka menjaga PT BSP.

Bahkan di komisi VII DPR RI PAN unsur pimpinan.

“Ketua (Alfedri) sudah menemui komisi VII dalam rangka menyikapi polemik ini. Jadi bukan berarti tidak ada upaya dalam menyikapi polemik ini,” kata dia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved