Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ini Daftar Orang Ukraina yang Akan Dibunuh Oleh Tentara Rusia

Rusia mengincar sejumlah orang Ukraina yang akan dibantai atau dikirim ke kamp-kamp penahanan. Daftar itu dikirim oleh AS ke Dewan HAM PBB

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Rinal Maradjo
AFP
Tentara Ukraina Melintas di pinggiran Kota Kiev yang luluhlantak dihantam rudal Rusia pada Sabtu (26/2/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia tak hanya sekadar menginvasi Ukraina.

Ribuan tentara Rusia yang saat ini, sebagian sudah memasuki wilayah Ukraina dan kian mendekat ke Ibukota Kiev ternyata punya target lain.

Para tentara terlatih itu juga membawa daftar orang yang akan dibunuh atau ditangkap dan dibawa ke kamp-kamp konsentrasi.

Info itu sendiri pertama kali dipublikasi oleh New York Times.

Dikutip Tribunpekanbaru.com pada Sabtu (26/2/2022),

Informasi itu berawal dari surat yang dikirim oleh Pemerintah Amerika Serikat kepada Kepala Hak Azazi Manusia PBB di Jenewa pada pekan lalu.

Amerika Serikat mengatakan, memiliki "informasi yang kredibel" bahwa pasukan Rusia telah menyusun daftar warga Ukraina untuk dibunuh,

Baca juga: Jet Tempur Siapa yang Hebat, Kecanggihan Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia vs Sukhoi Su-27 Ukraina

Baca juga: SOSOK Alina Kabaeva, Pesenam yang Diduga Wanita Simpanan Presiden Rusia Vladimir Putin

Atau dikirim ke kamp-kamp penahanan setelah invasi Rusia dan pendudukan negara itu

Surat itu, yang ditujukan kepada Michelle Bachelet, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, juga mengatakan pasukan Rusia berencana untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas, yang di masa lalu termasuk penyiksaan dan penculikan warga sipil.

Target utama yang akan dibantai oleh Rusia adalah orang-orang yang menentang tindakan Rusia, termasuk pembangkang dari Rusia dan Belarusia yang tinggal di Ukraina.

Selain itu, tentara Rusia juga diperintahkan untuk membunuh jurnalis, aktivis anti-korupsi, anggota etnis dan agama minoritas dan kelompok LGBT

“Kami juga memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan Rusia kemungkinan akan menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai dari penduduk sipil,” tulis surat yang ditandatangani oleh Duta besar AS untuk PBB, Bathsheba Nell Crocker.

Kaum Homo Ketar Ketir

Kaum homo dan lesbian di Ukraina khawatir dengan invasi yang dilakukan Rusia.

Mereka putus asa jika Ukraina jatuh ke Rusia maka eksistensi mereka sebagai homo dan lesbian yang selama ini bebas bakalan terancam di bawah rezim Rusia.

Seperti diketahui, Rusia adalah negara yang melarang perilaku LGBT. Berbeda dengan Ukraina yang memberikan kebebasan bagi kaum ini.

Dikutip Tribunpekanbaru.com dari Daily Beast pada Sabtu (26/2/2022) disebutkan,

Kamu homo dan lesbian ini bertekad untuk terjun ke medan perang untuk menghadapi tentara Rusia.

Veronika Limina, seorang lesbi yang tinggal di Lviv di ujung barat negara itu mengaku, telah mengikuti pelatihan tempur di sebuah kamp khusus untuk LGBT.

Dia telah mendaftar untuk pasukan pertahanan teritorial Lviv dan mengatakan siap untuk bergabung dalam pertempuran, saat pasukan Putin bergerak ke Barat melintasi negara itu.

“Saya marah,” katanya kepada The Daily Beast, ketika Rusia mengebom kota-kota dan mendorong tank lebih dalam ke wilayah Ukraina. “Kami akan membunuh Putin.”

Veronik Limina, yang bekerja untuk sebuah LSM yang mempromosikan persamaan hak bagi orang-orang LGBT di militer, mengatakan komunitas gay di Ukraina akan menolak pendudukan Rusia.

Seperti diketahui, dalam info intelijen Amerika Serikat yang dilansir pekan lalu, menyebutkan, kaum homo dan lesbi menjadi salah satu target yang akan dibantai oleh Rusia.

Selain LGBT, Rusia juga membidik jurnalis, politisi, dan pejabat pemerintah.

Andrii Kravchuk, seorang homo yang berasal dari wilayah Donbas, mengatakan, ia ketar ketir dengan nasibnya saat ini.

“Kami sangat sadar akan ancaman yang kami hadapi—baik sebagai orang Ukraina dan LGBT. Kami memahami bahwa pendudukan Rusia akan berarti pelanggaran hukum dan penindasan total," katanya.

“Sekarang kami hanya memiliki dua pilihan: apakah kami mempertahankan negara kami, dan itu akan menjadi bagian dari dunia bebas, atau mati di medan perang," sebutnya.

Rusia sendiri adalah negara yang melarang perilaku LGTB.

Bahkan di kawasan Chechnya, kelompok homo dan lesbi diberangus.

Vladimir Putin sendiri adalah sosok yang sangat benci dengan kaum homo.

Di Klub Diskusi Valdai tahun lalu, dia mengatakan LGBT adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dia juga menandatangani undang-undang propaganda gay pada 2013, yang berjanji untuk menegakkan nilai-nilai tradisional.

Di Ukraina sendiri diperkirakan terdapat puluhan ribu orang yang menjadi homo dan lesbian.

Negara dengan jumlah penduduk 44 juta orang itu menjadi salah satu negara dengan jumlah LGBT terbesar di Eropa.

Mereka tak hanya orang Ukraina, namun juga berasal dari Rusia, Belarusia dan Rumania.

( Hendri Gusmulyadi / Tribunpekanbaru.com )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved