Breaking News:

Perang Rusia vs Ukraina

Bukan Pasukan, Prancis Kirim Peralatan Militer Bantu Ukraina: Uni Eropa Kirim 'Paket Darurat'

Prancis mengirimkan lebih banyak peralatan militer serta bahan bakar ke Ukraina untuk membantu negara itu dalam melawan invasi Rusia.

Sergei SUPINSKY / AFP
Anggota layanan Ukraina mencari peluru yang tidak meledak setelah pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. Tentara Ukraina memukul mundur serangan Rusia di ibu kota, kata militer pada 26 Februari setelah Presiden Volodymyr Zelensky yang membangkang bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskow. Ini dimulai pada hari ketiga sejak pemimpin Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ukraina dipastikan 'babak belur' usai dihantam militer Rusia.

Keadaan di Ukraina hingga kini masih mencekam.

Negara di dunia pun berupaya agar serangan itu segera dihentikan Vladimir Putin.

Sementara untuk membantu Ukraina bertahan, sejumlah negara eropa mengirim bala bantuan.

Akan tetapi, bukan dalam bentuk pasuka.

Seperti yang dilakukan Prancis.

Prancis mengirimkan lebih banyak peralatan militer serta bahan bakar ke Ukraina untuk membantu negara itu dalam melawan invasi Rusia.

Sedangkan Rusia justru akan mendapatkan lebih banyak sanksi ekonomi dari Prancis.

Pernyataan tersebut disampaikan Kantor Kepresidenan Prancis, Istana Elysee, dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu (27/2/2022), sanksi baru akan mencakup 'langkah-langkah nasional untuk membekukan aset keuangan tokoh-tokoh Rusia' serta 'langkah-langkah baru' yang akan diambil 'dengan mitra Eropa mengenai sistem antar bank SWIFT'.

Di sisi lain, Presiden Dewan Uni Eropa (UE), Charles Michel menuliskan dalam cuitan di akun Twitternya bahwa UE juga akan memfasilitasi pengiriman bantuan militer ke Ukraina.

Sedangkan para Menteri Luar Negeri UE akan membahas bantuan yang akan diberikan kepada Ukraina serta tindakan yang akan dijatuhkan kepada Rusia pada hari Minggu waktu Brussels, Belgia.

Kepala kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell telah mengumumkan bahwa para menteri ini akan berkumpul untuk melakukan pertemuan secara virtual pada hari Minggu, untuk mengadopsi langkah-langkah lebih lanjut dalam upaya mendukung Ukraina dan melawan 'agresi Rusia'.

"Saya akan mengusulkan paket bantuan darurat untuk angkatan bersenjata Ukraina, demi mendukung mereka dalam perjuangan heroik mempertahankan negara mereka sendiri," cuit Borrell di Twitter.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved