Breaking News:

Berita Riau

Dugaan Oknum Anggota DPRD Pekanbaru Kuasai Mobil Dinas, Jaksa Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Jaksa menunggu hasil audit inspektorat dugaan oknum anggota DPRD Pekanbaru menguasai mobil dinas.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
TribunPekanbaru/SyaifulMisgio
Jaksa menunggu hasil audit inspektorat dugaan oknum anggota DPRD Pekanbaru menguasai mobil dinas. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jaksa menunggu hasil audit inspektorat dugaan oknum anggota DPRD Pekanbaru menguasai mobil dinas.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, melimpahkan penanganan perkara dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD ke Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP), dalam hal ini Inspektorat Pekanbaru.

Saat ini, jaksa sedang menunggu hasil audit dari pihak Inspektorat.

Adapun terlapor dalam perkara ini, adalah oknum anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti.

Ia diduga menerima tunjangan transportasi, sementara dia juga menggunakan kendaraan dinas.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel mengatakan, pelaksanaan audit oleh Inspektorat Pekanbaru masih berproses.

"Kami masih menunggu hasil audit (dari Inspektorat,” kata Marel, Selasa (1/3/2022).

Audit ini, diyakini untuk menghitung indikasi kerugian keuangan negara atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh terlapor.

Langkah pengusutan diambil Korps Adhyaksa, setelah adanya sekelompok orang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau (AMPR) Kota Pekanbaru, yang melaporkan Ida Yulita Susanti, pada Senin (13/9/2021) lalu.

Ida Yulita sudah beberapa kali diperiksa oleh jaksa.

Setidaknya sudah dua kali dirinya diperiksa saat masih dalam tahap Pengumpulan Data (Puldata) dan dalam tahap penyelidikan di Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru.

Selain Ida Yulita, sejumlah pihak lainnya juga sudah diperiksa.

Sebelumnya, jaksa telah melakukan pengumpulan data, bahan dan keterangan. Dalam tahap itu, sejumlah pihak telah diklarifikasi, termasuk Ida Yulita Susanti.

Dari pendalaman proses itu, jaksa meyakini adanya perbuatan melawan hukum sehingga meningkatkan status kasus ke tahap penyelidikan.

Kendati begitu, belum bisa dipastikan apakah ada unsur kerugian keuangan negara di dalamnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved