Breaking News:

Berita Pelalawan

Rusak 300 Batang Eucalyptus Milik Perusahaan HTI, Pria di Pelalawan Ini Berakhir Nginap di Sel

Pria di Pelalawan berinisial SA (45) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian pada Selasa (1/3/2022) dan harus menginap di sel tahanan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Tanaman Eucalyptus milik perusahaan HTI di Desa Balam Merah di Pelalawan yang dirusak pelaku. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Pria di Pelalawan berinisial SA (45) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian pada Selasa (1/3/2022) dan harus menginap di sel tahanan.

Pasalnya, SA ketahuan me rusak tanaman milik perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Balam Merah Kecamatan Bunut.

SA tercatat sebagai warga Desa Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Pelaku diamankan Polsek Bunut setelah dilaporkan pihak humas PT Arara Abadi Distrik Sorek akibat me rusak tanaman eucalyptus.

Alhasil SA ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan Polsek Bunut untuk proses hukum selanjutnya.

"Tersangka dikenakan pasal 406 KUHP. Saat ini barang bukti dan tersangka diproses di Polsek Bunut," tutur Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Muhammad Tariq SIK melalui Kasubbag Humas AKP Edy Harianto kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (2/3/2022).

Kejadian perusaka tanaman itu berawal saat Humas PT Arara Abadi Distrik Sorek bernama Mokti Ali (36) mendapat laporan dari dua orang sekuriti bernama Abdul Qodir Jailani (25) dan Demi Ardi (35) pada 28 Februari 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedua sekuriti itu mengadu jika mereka mengamankan seorang pria berinisial SA yang diduga telah melakukan perusakan Eucalyptus PT Arara Abadi di petak SRKB 111 C 01 Desa Balam Merah, Bunut.

Kemudian pelapor turun ke lokasi yang dimaksud oleh kedua saksi. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia mendapati kedua sekuriti tengah mengamankan SA.

Selanjutnya, SA diinterogasi dan mengakui telah me rusak tanaman HTI milik PT Arara Abadi dengan jumlah lebih kurang 300 batang.

"Pelaku mengaku me rusak tanaman dengan menggunakan sebilah parang dan gergaji" tambah Edy Harianto.

Selanjutnya SA dan semua barang bukti dibawa ke pos sekuriti serta dilaporkan ke Polsek Bunut untuk pengusutan lebih lanjut.

Perusahaan mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta akibat kerusakan tanama itu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan polisi yaitu satu unit sepeda motor Honda Supra x 125 warga hitam tanpa nomor polisi (nopol).

Sebuah dodos tangkai kayu sepanjang 120 centimeter, sebilah parang, dan keranjang angkut.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved