Breaking News:

Berita Riau

BOR RS Rujukan Covid-19 di Pekanbaru Tinggi, Gubernur Riau Minta Wali Kota Pekanbaru Lakukan Ini

Kepada pihak rumah sakit Gubernur Riau minta agar memprioritaskan pasien yang bergejala sedang dan berat saja yang dirawat di rumah sakit.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Ambulans Jemput Pasien Isoman, Polda Riau Kerahkan 220 Personel Kawal Penjemputan Pasien Covid-19. Foto: Petugas saat menjemput seorang pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah, Kamis (15/7/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada Walikota Pekanbaru agar memerintahkan kepada dirut rumah sakit di Pekanbaru untuk melakukan antisipasi meningkatkan Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Gubri mengingatkan kepada pihak rumah sakit agar memprioritaskan pasien yang bergejala sedang dan berat saja yang dirawat di rumah sakit.

Sebab jika pasien yang bergejala ringan juga dirawat di rumah sakit, maka kondisi inilah yang menyebabkan tingkat keterisian di rumah sakit menjadi meningkat.

"Iya, BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Pekanbaru memang mulai meningkat. Saya sudah sampaikan ke pak walikota kemarin, agar yang ringan-ringan itu diisolasi di tempat isolasi terpusat saja," kata Gubri usai memimpin rapat bersama ‎dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (7/3/2022).

Gubri menginstruksikan kepada seluruh direktur rumah sakit rujukan Covid-19 di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, ‎agar mengecek kembali pasien Covid-19 yang dirawat di masing-masing rumah sakit.

Jika ditemukan ada pasien yang gejala ringan, Gubri menyarankan agar pasien tersebut dipindahkan ke tempat isolasi terpusat (Isoter) yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Kebijakan ini diambil kata Gubri merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka BOR rumah sakit di Pekanbaru yang saat ini terus meningkat.

"Untuk menurunkan BOR rumah sakit di Pekanbaru yang tinggi itu kami sudah minta pak walikota, agar warga yang bergejala ringan dan saat dirawat di rumah sakit bisa dipindahkan ke tempat isolasi terpusat. Biar nanti turun BOR," katanya.

Gubri memastikan pelayanan di tempat isolasi terpusat sama maksimalnya dengan di rumah sakit.

Sehingga pasien tidak perlu khawatir jika diminta untuk isolasi mandiri di isoter.

Sebab di sana sudah disiapkan tenaga medis dan obat-obatan yang bisa diminta kapan saja oleh pasien.

‎"Terbukti kan angka kesembuhan di Riau di Riau cukup tinggi, bahkan pada Minggu kemarin yang sembuh mencapai 1000 pasien lebih. Sehingga kasus aktif di Riau saat ini tersisa sekitar 6000 an lagi," ujarnya. ( Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved