Breaking News:

6 Tahun Tilap Uang Nasabah Hingga Rp 4,8 M, Teller Ini Divonis 5 Tahun Penjara

Dalam dakwaan, Neneng selaku teller merekayasa transaksi keuangan dengan cara menginput penyetoran ke sistem PT LKM Ciomas.

Editor: CandraDani
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi uang rupiah 

TRIBUNPEKANBARU.COM  - Neneng Nurhasanah divonis lima tahun penjara karena terbukti korupsi uang nasabah sebesar Rp 4,8 miliar.

Teller lembaga keuangan mikro (LKM) Ciomas, atau BUMD milik Kabupaten Serang, Banten itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sidang yang diketuai Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang Slamet Widodo menilai Neneng melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) ) huruf b Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Neneng Nurhasanah selama 5 Tahun dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan," dikutip Kompas.com, dari Sisten Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Tipikor Serang, Jumat (11/3/2022).

Terbukti Korupsi Uang Nasabah Rp4,8 Miliar, Teller BUMD Kabupaten Serang Divonis Lima Tahun
Terbukti Korupsi Uang Nasabah Rp4,8 Miliar, Teller BUMD Kabupaten Serang Divonis Lima Tahun (Dokumentasi Jaksa)

Neneng dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 4.857.387.636 dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dipidana dengan pidana penjara dua tahun.

Hukuman tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Serang dengan menghukum penjara 8,5 tahun, denda Rp 400 juta subsider 4 bulan penjara.

Rekayasa transaksi keuangan

Dalam dakwaan, Neneng selaku teller merekayasa transaksi keuangan dengan cara menginput penyetoran ke sistem PT LKM Ciomas.

Dari hasil pencatatan dalam sistem LKM milik Pemkab Serang itu berbeda dengan pencatatan yang ada pada buku tabungan nasabah dari tahun 2012 hingga 2018.

Pada tahun 2018, nasabah yang akan mengambil uang saldo yang tercatat di buku tabungan milik nasabah dengan sistem di LKM Ciomas.

Sehingga, manajemen LKM Ciomas memutuskan untuk melakukan audit, dan diketahui keuangan negara dirugikan sebesar Rp4.8 miliar sebagaimana laporan hasil audit inspektorat Kabupaten Serang, Banten.

LKM Ciomas menjalankan bisnisnya dari modal dasar ditetapkan sebesar Rp10 miliar

Modal tersebut berasal dari pemegang saham dengan komposisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 20 persen, Pemerintah Provinsi Banten sebesar 25 persen dan Pemerintah Kabupaten Serang sebesar 55 persen.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terbukti Korupsi Uang Nasabah Rp 4,8 Miliar, Teller BUMD Serang Banten Divonis 5 Tahun",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved