Breaking News:

Berita Inhu

Keluarga Korban Tunggu Permintaan Maaf Pemerintah Belanda Atas Tragedi Berdarah di Kota Rengat

Masih menjadi misteri apa sebenarnya yang membuat Belanda menyerang Rengat pada agresi militer Belanda pada 5 Januari 1949 tersebut.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
Foto/http://mediacenter.riau.go.id
Tugu peringatan peristiwa Rengat Berdarah, 5 Januari 1949 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pada Kamis, 17 Februari 2022 lalu, Pemerintah Belanda melalui Perdana Menteri Mark Rutte meminta maaf yang mendalam kepada Indonesia berkenaan dengan tindakan brutal militer Belanda di masa lalu, khususnya periode 1945-1949.

Hal ini melengkapi permintaan maaf raja Belanda Willem Alexander ketika berkunjung ke Indonesia hampir dua tahun lalu, dan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders pada 2016 silam.

Permintaan maaf itu juga untuk tragedi 5 Januari 1949 di Kota Rengat, Indragiri Hulu.

Setelah 73 tahun berlalu, meski secara bilateral Pemerintah Belanda sudah menyampaikan permintaan maaf ke Pemerintah Indonesia, tapi sampai saat ini keluarga korban masih menunggu permintaan maaf secara resmi dari Pemerintah Belanda.

Mengulas sedikit sejarah tentang tragedi 5 Januari di Rengat tersebut, Tribun menggali informasi dari sejumlah sumber.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima langsung keris milik Pangeran Diponegoro secara simbolik dari Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima langsung keris milik Pangeran Diponegoro secara simbolik dari Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima. (Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)

Tragedi ini sempat diungkap dalam buku Lagu Sunyi Dari Indragiri, HM Wasmad Rads, mantan Komandan Markas Bataliyon III, Resimen IV, Banteng Sumatera berpangkat Letnan Muda TNI AD.

Buku tersebut menuturkan secara jelas tentang peristiwa 5 Januari 1949. Meski HM Wasmad Rads sudah tiada, namun buku biografi Wasmad Rads tersebut mampu memberikan gambaran tentang peristiwa berdarah tersebut.

Sumber lainnya adalah DR. Panca Setyo Prihatin, M. Si, yang merupakan anak dari HM Wasmad Rads yang Tribun temui pada Kamis (10/3/2022) lalu.

Panca banyak mengetahui kisah tragedi tersebut melalui penuturan ayahnya semasa hidup.

Panca Setyo juga menuturkan pamannya sendiri juga turut menjadi korban pada tragedi 5 Januari itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved